Kisah anak yang tak mau sekolah karena difabel

Emen dan Engkar. Pasangan Buruh Tani asal Kampung Cibinong, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi hidup dibawah garis kemiskinan. Mereka tinggal bersama anak bungsu dan cucu yang berhenti sekolah karena malu dengan keterbatasan fisik.

cucunya yang tinggal bersama Emen dan Engkar yakni Arya Gustiansyah (12 tahun), serta Zahra Putri Zulianti (6 tahun). Mereka terpaksa tinggal bersama nenek dan kakek, setelah ibunya yakni Susanti, meninggal enam tahun lalu karena penyakit TBC.

Arya memiliki kondisi tubuh yang tak sempurna sejak lahir, membuat Arya tak pede bergaul dengan teman di sekolah. Siswa kelas 5 SD tersebut kini sudah malas-malasan bersekolah, malu dengan kondisi tubuhnya yang hanya punya satu kaki.

“Pengennya ada yang bantu kasih kaki palsu, biar Arya enggak malas lagi sekolah,” tutur Emen.

==

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518