“Dimana ada kemauan maka disitu ada jalan”, pepatah ini dipegang teguh oleh Khaidir Sangngaji, seorang yang terlahir difabel dari keluarga sederhana. Bermodal tekad dan kegigihan Dia berusaha memajukan pendidikan di daerahnya.
Khaidir Sangngaji yang terlahir difabel dengan tangan dan kakinya kaku tidak bersendi, harus berjuang keras untuk dapat mengecap pendidikan. Keterbatasan fisiknya menyebabkan dia harus putus sekolah di Makassar dan mengadu nasib sampai mengecap pendidikan di Pondok Pesantren Wali Songo.
Pada 1987, Dia pulang ke Luwu untuk mengabdi di Pesantren Datuk Sulaiman. Masyarakat Dusun Dadeko kampung kelahiran Khaidir pun mulai mengenal dan memperhitungkannya, seiring bertambah padatnya jadwal ceramah keliling dan majelis taklim yang dibuka dikampungnya.
Tak sampai disitu, kondisi cacat fisiknya juga tidak menghalanginya membangun pesantren di desanya, dengan nama Pondok Pesantren Modern Babussa’adah Bajopada 1995.
==
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





