Disabilitas intelektual dapat ditandai dengan tingkat IQ di bawah standar rata-rata, kesulitan memproses informasi, dan keterbatasan dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan kepekaan terhadap lingkungan. Beberapa jenis disabilitas intelektual adalah down syndrome dan keterlambatan tumbuh kembang.
Jika Anda ingin membantu anggota keluarga atau kerabat yang merupakan penyandang disabilitas intelektual, pahami terlebih dahulu bahwa mereka butuh waktu, kesabaran, dan perhatian lebih dari Anda. Pertama-tama, Anda butuh waktu untuk mengajarkan mereka memahami instruksi dasar. Berikan instruksi dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Selanjutnya, usahakan agar lingkungan tidak menimbulkan tekanan atau stres bagi penyandang disabilitas. Lingkungan yang terlalu berisik atau terlalu ramai dapat menganggu konsentrasi mereka sehingga rentan menyebabkan stres.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Hülya Marquardt: Inspirasi Ketangguhan dan Inklusi
Latar Belakang Hülya Marquardt (lahir 8 Mei 1983 di Hagen, Jerman) adalah seorang wanita asal Stuttgart yang lahir dengan kondisi medis langka....




