Salah satu teknologi yang memperlancar aksi para atlet Paralimpiade Tokyo 2021 adalah 3D printing atau teknologi pencetakan tiga dimensi. Beberapa produk yang dapat dihasilkan antara lain sarung tangan, kaki atau tangan palsu, hingga alat tanding yang nyaman dipakai.
“Acara besar seperti Paralimpiade Tokyo bisa menjadi ajang pengembangan teknologi bagi atlet, pelatih, desainer, engineer, hingga peneliti teknologi olahraga untuk meningkatkan performa atlet, salah satunya melalui 3D Printing,” kata James Novak, Peneliti Senior untuk Teknologi Olahraga dari The University of Queensland, seperti dikutip dari The Conversation, Jumat 3 September 2021.
Novak mencontohkan, atlet triathlon paralimpiade asal Inggris, Joe Townsend menggunakan teknologi pencetakan tiga dimensi untuk membuat sarung tangan. Townsend menggunakan sarung tangan itu untuk mengayuh kursi roda di atas medan yang berbeda. “Untuk berlatih, Townsend menggunakan sarung tangan yang lebih lembut. Saat bertanding, dia menggunakan bahan yang lebih tebal dan kaku,” katanya.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional.
Hülya Marquardt: Inspirasi Ketangguhan dan Inklusi
Latar Belakang Hülya Marquardt (lahir 8 Mei 1983 di Hagen, Jerman) adalah seorang wanita asal Stuttgart yang lahir dengan kondisi medis langka....




