Angkie Yudistia (36th) menjadi penyandang tunarungu pada usia 10 tahun, setelah mengonsumsi obat antibiotik yang berpengaruh pada indera pendengarannya.
Sejak itu, Angkie menggunakan alat bantu dengar dan belajar membaca gerak bibir saat orang lain berbicara. Angkie sempat kecewa dengan kondisi yang menimpanya, namun ia berusaha bangkit sampai bisa melanjutkan pendidikan hingga S2 di The London School of Public Relations, Jakarta, dengan keterbatasan yang dimilikinya.
Berangkat dari kondisinya, Angkie kemudian mendirikan ThisAble Enterprise yang kini dalam naungan PT Berkarya Menembus Batas sejak 2015. Yayasan ini membantu penyandang disabilitas untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi.
Pada tahun 2008, Angkie mendapat penghargaan sebagai The Most Fearless Female dari Cosmopolitan karena dianggap sebagai perempuan yang inspiratif dan berprestasi. Ia semakin membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam berkarir.
Hal ini dibuktikan dengan ia menjadi penyandang disabilitas pertama yang ditunjuk menjadi staf khusus presiden RI.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional.





