Di usianya yang ke-28, Anantawan adalah salah satu pemain biola muda paling berprestasi di dunia. Dia telah tampil di Gedung Putih, di Olimpiade Musim Dingin Vancouver, untuk Paus Yohanes Paulus II, untuk Christopher Reeve, dan yang terbaru adalah untuk Dalai Lama dalam sebuah acara di MIT. Anantawan memainkan sebuah karya Bach, dan ketika ia selesai, pemimpin Buddha Tibet itu mendekatinya.”Dia menyatukan kedua tangan saya, dan meletakkan tangannya di tangan saya, dan dahi kami bersentuhan selama enam atau tujuh detik,” kata Anantawan. “Dan saya hanya berpikir dalam hati, ‘Ya ampun, ke mana alat musik dan musik ini membawa saya?” Saya merasa sangat diberkati karena memiliki pengalaman seperti itu.”
Kecacatan Anantawan telah ada sejak lahir. Para dokter menduga tali pusar melilit tangannya di dalam rahim, memotong suplai darah dan mencegahnya tumbuh dengan baik. Untuk mengimbanginya, ia menggunakan prostesis sederhana yang disebut spatula, yang mencengkeram busur biola.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





