Transisi dari memiliki kaki lengkap ke menggunakan blade tidak semudah yang dibayangkan Levi Vloet. Minggu-minggu pertama setelah amputasi penuh dengan tantangan fisik dan mental. “Saya ingat betul saat pertama kali mencoba berdiri dengan prostetik biasa – rasanya seperti belajar berjalan kembali seperti bayi,” kenang Levi Vloet. Namun, ketika beralih ke blade khusus untuk berlari, tantangan yang dihadapi justru lebih besar lagi. Blade yang dirancang untuk atletik memiliki bentuk melengkung dan sifat pegas yang sangat berbeda dengan kaki manusia. Levi Vloet harus belajar dari nol bagaimana menyeimbangkan tubuh, mengatur distribusi berat badan, dan mengoptimalkan momentum setiap langkah. “Awalnya saya sering terjatuh dan merasa frustasi. Tapi saya selalu ingat tujuan saya – ingin berlari secepat mungkin,” tekad Levi Vloet. Butuh berbulan-bulan latihan intensif sebelum ia benar-benar bisa menguasai teknik berlari dengan blade.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





