Cornel Hrisca-Munn lahir di Suceava, Rumania, tanpa kedua tangan dan dengan satu kaki yang terkena polio. Saat masih bayi, ia ditinggalkan di panti asuhan karena keterbatasan fisiknya. Takdir berubah ketika Ken dan Doreen Munn, pasangan asal Inggris, mengunjunginya dan memutuskan untuk mengadopsinya.
Mereka tidak melihat kekurangannya, melainkan potensi dalam dirinya. Setelah adopsi, Cornel menjalani perawatan medis termasuk amputasi kaki untuk menunjang aktivitasnya. Kehidupan Cornel berubah total—ia dibesarkan dalam keluarga yang penuh cinta, didukung secara emosional dan mental.
Semangat Tak Terbatas di Tengah Keterbatasan
Dengan dukungan keluarga angkatnya, Cornel tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan penuh semangat. Meski tak memiliki tangan, ia belajar bermain drum dan akhirnya dikenal sebagai drummer profesional. Ia juga menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Oxford dan kini aktif sebagai pembicara motivasi dan advokat disabilitas.
Kisah Cornel menginspirasi banyak orang di dunia, membuktikan bahwa kasih sayang dan lingkungan inklusif mampu mengubah masa depan seseorang.
Pelajaran dari Kisah Cornel
Kisah ini bukan hanya tentang adopsi, tapi tentang kesempatan kedua dan kekuatan cinta. Ketika disabilitas dipandang dengan empati, bukan batasan, setiap anak bisa tumbuh dan menginspirasi.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





