Mohammed Abu Bayad adalah simbol semangat yang tak pernah padam di tengah penderitaan. Ia mencetak gol pertamanya dalam pertandingan sepak bola amputasi di Gaza, meski harus berlari dengan bantuan kruk. Gol itu bukan hanya angka di papan skor—tetapi juga lambang harapan, keberanian, dan tekad luar biasa.
Pertandingan ini diikuti oleh para pemain yang kehilangan kaki akibat konflik bersenjata, terutama akibat tembakan tentara Israel. Meski masa lalu mereka penuh luka, semangat untuk terus hidup dan bermain tetap menyala.
Mohammed dulunya adalah pemain sepak bola aktif sebelum tragedi perang antara Israel dan Hamas pada tahun 2014 mengubah hidupnya. Kakinya hilang karena serangan udara. Namun, bukannya menyerah, Mohammed Abu Bayad terus mengejar kecintaannya pada sepak bola.
Pertandingan sepak bola amputasi ini menjadi ajang penting setelah vakum cukup lama karena pandemi COVID-19. Kini, dengan semangat baru, para pemain kembali ke lapangan. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berprestasi dan menginspirasi dunia.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





