Saat artikel ini ditulis, Hamit Demir sedang berada dalam puncak persiapan untuk Kejuaraan Dunia 2019 di London. Ajang prestisius ini dianggapnya sebagai ujian terberat sekaligus batu loncatan terakhir sebelum menghadapi Paralimpiade Tokyo 2020.
Rutinitas hariannya kini diisi dengan latihan intensif selama 8 jam, yang mencakup berbagai aspek penting, seperti latihan fisik, penguasaan teknik renang spesifik, hingga sesi psikologis untuk mempersiapkan mental bertarung di ajang internasional.
Yang membuat perjuangan ini makin luar biasa adalah kenyataan bahwa Hamit Demir kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan tragis di usia muda. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghentikannya untuk menekuni olahraga renang secara profesional. Ia beradaptasi dengan teknik berenang yang disesuaikan, mengandalkan kekuatan kaki dan otot inti tubuh untuk bersaing di lintasan air.
Semangat juangnya menjadi inspirasi besar bagi banyak orang, membuktikan bahwa tekad dan kerja keras bisa mengalahkan segala rintangan fisik.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





