“Berdiri di podium tertinggi Paralimpiade Tokyo dengan lagu kebangsaan İstiklâl Marşı berkumandang di arena,” begitulah gambaran dalam benak Hamit Demir, yang terus ia tanamkan sebagai motivasi terbesar. Gambar itu bukan sekadar impian, melainkan tujuan hidup yang ia perjuangkan setiap harinya di kolam renang.
Sebagai atlet yang kehilangan kedua tangannya akibat kecelakaan tragis di usia muda, mimpi besar tersebut bukan hanya tentang medali, melainkan tentang harapan. Hamit Demir ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya. Ia menjalani latihan berat setiap hari, mengasah teknik adaptif yang membantunya bersaing dengan para atlet terbaik dunia.
Baginya, podium Paralimpiade bukan untuk dirinya semata. Ia ingin mempersembahkan emas Paralimpiade untuk rakyat Turki yang terus memberikan dukungan moril, spiritual, dan logistik sejak awal kariernya. Momen kemenangan itu ingin ia jadikan sebagai bentuk balas budi—bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi sebagai simbol ketekunan dan perjuangan penyandang disabilitas di seluruh dunia.
Sebagai salah satu wajah baru dalam dunia para-renang internasional, mimpi besar Hamit Demir kini menjadi inspirasi luas. Banyak organisasi olahraga disabilitas di Turki mengundangnya menjadi pembicara motivasi. Ia berbagi cerita tentang bagaimana semangat, konsistensi, dan dukungan profesional bisa mengubah hidup.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





