Arwa Mohamed El Ramly mengalami ketakutan yang sangat mendalam terhadap air sejak kecil. Ketika sebagian besar anak-anak menikmati waktu bermain air, Arwa justru merasa cemas dan takut, bahkan untuk sekadar mandi atau membasuh wajah. Ketakutan tersebut berasal dari pengalaman masa kecil yang membuatnya trauma.
Perjuangan Mengatasi Ketakutan
Meski memiliki trauma, Arwa Mohamed El Ramly tidak membiarkan hal itu menjadi penghalang dalam hidupnya. Dengan bimbingan psikolog dan dukungan keluarga, ia secara bertahap belajar menghadapi ketakutannya. Beberapa strategi yang ia lakukan antara lain:
- Mulai dari kontak ringan seperti membasuh tangan
- Menggunakan terapi visual dan suara air
- Berlatih secara rutin dengan pendamping
- Mengikuti kelas renang terapi secara perlahan
Proses ini berlangsung lama, tetapi perlahan Arwa mulai merasa nyaman dengan air, bahkan kini ia mampu berenang dengan penuh percaya diri.
Inspirasi bagi Orang Lain
Kisah Arwa Mohamed El Ramly menjadi contoh nyata bahwa trauma masa lalu bisa diatasi dengan keberanian dan dukungan yang tepat. Ia kini sering berbagi pengalamannya di berbagai forum dan menjadi inspirasi bagi anak-anak dan remaja yang mengalami fobia serupa.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





