Hari Buddha Magar – Pendaki Everest Tanpa Kaki yang Menginspirasi Dunia

Hari Buddha Magar adalah sosok luar biasa dari Nepal yang membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, bahkan bagi seseorang yang kehilangan kedua kakinya. Ia adalah pendaki pertama di dunia dengan amputasi ganda di atas lutut yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest.


Awal Kehidupan dan Cedera Militer

Lahir pada tahun 1979 di sebuah desa terpencil di Nepal dengan ketinggian 2.500 meter, Hari Buddha Magar tumbuh dalam keterbatasan. Ia bergabung dengan militer Inggris sebagai tentara Gurkha, dan pada tahun 2010, hidupnya berubah drastis setelah terkena ledakan bom rakitan (IED) di Afghanistan yang menyebabkan kedua kakinya harus diamputasi di atas lutut.


Kembali Berdiri, Menatap Everest

Bukannya menyerah, Hari Buddha Magar memilih untuk melawan nasib. Ia berlatih keras, menggunakan kaki prostetik yang dirancang khusus untuk aktivitas ekstrem seperti mendaki gunung. Tahun 2017, ia mencetak sejarah sebagai pendaki amputasi ganda pertama yang mendaki Mera Peak (6.476 m), salah satu puncak tertinggi di Nepal.


Menaklukkan Everest

Pada 19 Mei 2023, Hari mencapai puncak Gunung Everest (8.848 m), membuktikan bahwa semangat dan ketekunan lebih kuat dari keterbatasan fisik. Pendakiannya menjadi simbol harapan dan motivasi global, terutama bagi para penyandang disabilitas dan veteran perang.


Aktivisme dan Inspirasi

Kini, Hari aktif berbicara di berbagai forum global, menyuarakan bahwa disabilitas bukan akhir dari segalanya. Ia membantu organisasi veteran dan difabel, dan menjadi wajah perubahan dalam dunia petualangan dan inklusivitas.


“Jika kamu memiliki tekad kuat, tidak ada yang tidak mungkin.” – Hari Buddha Magar

===

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena

  1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
  2. Lolos Uji Kompetensi
  3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
  4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518