Tahun 2022 menjadi tonggak sejarah ketika Pavlo Bal, atlet yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan lalu lintas tahun 2017, debut di Paralimpiade Beijing. Namun euforia prestasi harus berhadapan dengan realita pahit – ia harus kembali ke Ukraina yang sedang dilanda perang.
“Aku sempat ingin mengungsi ke AS,” akunya, merujuk pada kekhawatirannya sebagai penyandang disabilitas di tengah konflik. Namun sang istri memilih tetap bertahan di desa mereka untuk mengurus kebun keluarga.
Di tengah situasi perang yang mencekam, Pavlo – yang bergerak menggunakan kursi roda – tetap berusaha mempertahankan semangat berlatih. Justru konflik ini semakin memicu tekadnya untuk mengharumkan nama Ukraina di kancah internasional. “Setiap medali yang aku dapatkan adalah bukti bahwa Ukraina tetap berdiri kuat,” ujarnya dengan mata berapi-api.
Inspirasi bagi Sesama Penyandang Disabilitas
Kisah Pavlo menjadi sumber motivasi bagi banyak penyandang disabilitas di Ukraina. Ia rutin mengadakan sesi pelatihan gratis untuk anak-anak yang kehilangan anggota tubuh akibat perang. “Jika aku bisa bangkit, mereka juga pasti bisa,”
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





