Meski telah menjadi atlet paralimpiade sukses, Pavlo Bal—seorang pejuang tanpa kedua kaki—masih menghadapi tantangan finansial yang signifikan. Biaya prostetik berkualitas tinggi, peralatan olahraga adaptif khusus, dan biaya perjalanan kompetisi internasional terus menjadi beban berat. Menurut data International Paralympic Committee, 60% atlet disabilitas di negara berkembang menghadapi masalah serupa.
Di tengah tantangan ini, muncul harapan baru. Beberapa perusahaan teknologi lokal seperti BioTech Ukraine mulai memberikan dukungan dengan mengembangkan prostetik canggih khusus untuk Pavlo. “Prostetik olahraga ini benar-benar mengubah hidup saya,” ujar Pavlo dalam wawancara dengan Ukraine Sports Network.
Namun perhatian Pavlo tidak hanya pada dirinya sendiri. Dengan semangat pantang menyerah, ia bertekad mendirikan pusat pelatihan khusus untuk atlet disabilitas di Ukraina. “Impian saya adalah menciptakan sistem yang berkelanjutan untuk membantu mereka yang berada dalam posisi saya dulu,” tegasnya.
Visi ini mulai terwujud melalui program pelatihan komunitas yang ia selenggarakan setiap minggu. Lebih dari 50 atlet disabilitas muda telah merasakan manfaatnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga Ukraina pun mulai memberikan dukungan resmi untuk inisiatif ini.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





