Perjalanan Menjadi Penyandang Disabilitas
Menjadi penyandang disabilitas tentu bukan hal yang mudah. Apalagi jika kondisi itu terjadi akibat kecelakaan parah. Namun, Suraj Gaywal, pemuda berusia 22 tahun asal India, menunjukkan bahwa semangat dan ketekunan bisa mengalahkan semua batasan.
Sekitar lima tahun lalu, Suraj tersengat listrik saat mencoba memperbaiki kabel. Akibatnya, kedua kakinya dan satu tangan mengalami luka bakar serius. Ia harus menjalani tiga kali operasi dan akhirnya kehilangan kedua kaki serta satu tangannya.
Semangat Baru dalam Dunia Binaraga
Meski mengalami kondisi fisik yang berat, Suraj tidak menyerah. Justru setelah pulih, ia mulai melatih tubuhnya dan menekuni olahraga binaraga.
“Saya melakukan semua latihan seperti orang normal. Saya ingin menjaga kesehatan dan tubuh saya tetap bugar,” ungkapnya.
Dengan semangat itu, Suraj berhasil mengikuti berbagai kompetisi binaraga tingkat kabupaten. Ia bahkan terpilih untuk bertanding di kompetisi tingkat negara bagian. Sayangnya, rencana tersebut sempat tertunda karena pandemi COVID-19.
Meski begitu, ia tetap menjalani latihan secara rutin dan mengikuti diet ketat yang diarahkan oleh pelatihnya.
Proses Medis yang Panjang dan Menantang
Menurut Dr. Warid Altaf, dokter ortopedi dari Sancheti Institute, Suraj mengalami luka bakar yang sangat serius saat pertama kali dirawat. Ia harus menjalani amputasi bahu serta kedua kakinya.
Untuk membantunya kembali beraktivitas, dokter memasangkan kaki prostetik.
Teknologi Prostetik dan Harapan Baru
Baru-baru ini, Suraj kembali menjalani operasi untuk mengubah amputasi di kaki kanannya menjadi amputasi bawah lutut. Tujuannya adalah agar kaki prostetik yang digunakan terasa lebih nyaman dan memungkinkan lebih banyak aktivitas, seperti berjalan, bersepeda, bahkan bermain di luar ruangan.
Menurut Dr. Warid, latihan kebugaran yang dijalani Suraj sangat membantu mempercepat pemulihannya.
Teladan Bagi Banyak Orang
Meski proses medisnya panjang dan penuh tantangan, Suraj Gaywal tetap semangat menjalani hidup. Ia telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mengejar mimpi.
Kisah Suraj Gaywal adalah inspirasi bagi siapa pun yang tengah berjuang.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





