Sebelum kecelakaan, Prasanna bekerja sebagai fotografer pernikahan dan editor video. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia memulai perjalanannya sebagai pelari maraton dengan berlari 5 km untuk pertama kalinya. Dukungan dari penonton dan peserta lain memberinya semangat untuk terus mencoba.
Tak berhenti di situ, ia menantang diri sendiri dengan mengikuti maraton 10 km dan berhasil menyelesaikannya dalam 25 menit. Latihan keras dan tekadnya yang kuat membawanya pada pencapaian lebih besar, termasuk menyelesaikan maraton 21 km di Bengaluru—yang ia akui sebagai tantangan terberatnya. Kini, Prasanna tak hanya menjadi pelari, tetapi juga simbol keberanian dan keteguhan hati. Kisahnya membuktikan bahwa dengan tekad dan dukungan, segala rintangan bisa diatasi.
“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menghentikan kita dari meraih mimpi,” ujarnya.
Prasanna Kumar adalah bukti nyata bahwa selama ada keberanian dan harapan, tidak ada yang mustahil. Semangatnya mengajarkan kita untuk pantang menyerah, apa pun tantangan yang dihadapi.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional


