Awal Kehidupan dan Insiden Hiu
Bethany Meilani Hamilton lahir pada 8 Februari 1990 di Lihue, Hawaii, Amerika Serikat. Ia sudah menekuni kompetisi sejak usia 8 tahun. Namun, pada 31 Oktober 2003, saat berusia 13 tahun, Bethany mengalami serangan hiu harimau. Insiden itu membuat ia kehilangan tangan kirinya.
Meskipun begitu, tragedi ini tidak menghancurkan semangatnya untuk berselancar. Dengan dukungan keluarga dan tekad kuat, Bethany terus berjuang.
Bangkit dan Kembali ke Laut
Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan setelah insiden, Bethany kembali berselancar—meski tanpa tangan kiri. Kemudian, dua tahun setelah kejadian itu, ia berhasil meraih gelar nasional di National Scholastic Surfing Association (NSSA) pada tahun 2005.
Pada tahun 2007, Bethany resmi memulai karier profesionalnya. Oleh karena itu, banyak orang menjulukinya sebagai simbol keberanian dan ketekunan.
Meskipun sering disebut “peselancar dengan satu lengan”, Bethany menolak label penyandang disabilitas. Ia lebih memilih disebut sebagai athlete adaptif, karena menurutnya kemampuan dan tekad lebih penting daripada keterbatasan fisik.
Karya dan Film: Menyebarkan Pesan Keberanian
Pada tahun 2004, Bethany Hamilton menulis otobiografi berjudul Soul Surfer: A True Story of Faith, Family, and Fighting to Get Back on the Board. Buku ini menjadi bestseller New York Times.
Kemudian, pada tahun 2011, kisah hidupnya diadaptasi menjadi film populer berjudul Soul Surfer. Menariknya, Bethany sendiri yang melakukan semua adegan selancar di film tersebut.
Yayasan dan Aktivisme Sosial
Bethany Hamilton juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia dan keluarganya mendirikan organisasi nirlaba bernama Friends of Bethany Hamilton, yang kini dikenal sebagai Beautifully Flawed Foundation.
Yayasan ini menyediakan retret, program mentorship, dan dukungan emosional bagi perempuan muda serta penyandang amputasi. Melalui program seperti Beautifully Flawed dan Shine Forth, Bethany terus menyebarkan semangat keberanian dan harapan.
Inspirasi Dunia
Kisah hidup Bethany Hamilton menunjukkan bahwa semangat, ketekunan, dan keberanian mampu mengubah tragedi menjadi kemenangan. Oleh karena itu, ia bukan hanya peselancar hebat, tetapi juga inspirasi bagi dunia.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





