Prosedur cangkok tulang mikrosurgi berhasil dilakukan pada anak dengan cacat lahir langka.

Cangkok tulang mikrosurgi berhasil menjadi solusi bagi seorang anak yang mengalami cacat lahir langka pada tulang kaki. Prosedur ini dilakukan setelah anak mengalami infeksi berat dan osteomielitis akibat operasi sebelumnya yang tidak memberikan hasil optimal. Berkat penanganan bertahap, kondisi anak kini menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Dokter menemukan adanya pembengkakan, nyeri, serta keluarnya nanah pada lokasi operasi lama. Hasil pemeriksaan sinar-X menunjukkan bahwa anak mengalami pseudoartrosis kongenital tibia dan fibula distal, yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan tulang tidak dapat menyatu secara normal.

Risiko Tinggi Jika Tidak Segera Ditangani

Dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan di sekitarnya. Selain itu, kerusakan tulang yang semakin parah berisiko menyebabkan deformitas hingga amputasi apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Oleh karena itu, tim multidisiplin yang terdiri dari spesialis ortopedi, pediatri, anestesi, nutrisi, dan rehabilitasi menyusun rencana pengobatan secara menyeluruh.

Pengobatan Dilakukan dalam Dua Tahap

Tahap pertama difokuskan pada pengendalian infeksi. Dokter mengangkat seluruh jaringan tulang yang terinfeksi, membersihkan jaringan yang mati, kemudian memasang semen antibiotik pada area tulang yang rusak.

Metode tersebut memungkinkan antibiotik bekerja langsung pada lokasi infeksi dengan konsentrasi tinggi. Selain lebih efektif, cara ini juga membantu melindungi jaringan sehat dan mempersiapkan tulang untuk proses pencangkokan berikutnya.

Empat bulan kemudian, setelah infeksi berhasil dikendalikan dan kondisi anak membaik, dokter melanjutkan ke tahap kedua.

Cangkok Tulang Mikrosurgi Menjadi Solusi

Pada tahap kedua, tim dokter melakukan cangkok tulang mikrosurgi menggunakan tulang fibula dari kaki yang sehat. Tulang tersebut dipindahkan lengkap dengan pembuluh darahnya ke kaki yang mengalami kerusakan.

Teknik bedah mikro ini membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap pembuluh darah berukuran sangat kecil harus disambungkan menggunakan mikroskop operasi. Dengan demikian, cangkok tulang tetap memperoleh suplai darah sehingga dapat hidup, tumbuh, dan menyatu seperti tulang alami.

Dibandingkan metode pencangkokan konvensional, teknik ini memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Teknologi Pencitraan Membantu Keberhasilan Operasi

Sebelum operasi dilakukan, dokter menggunakan pemeriksaan angiografi dengan CT multi-slice beresolusi tinggi. Pemeriksaan ini menghasilkan gambaran tiga dimensi pembuluh darah sehingga dokter dapat menentukan lokasi penyambungan pembuluh darah secara lebih akurat.

Selain itu, teknologi tersebut membantu mengurangi risiko komplikasi, termasuk penyumbatan pembuluh darah setelah operasi.

Operasi Berlangsung Selama 12 Jam

Operasi berlangsung selama 12 jam dengan berbagai tantangan, mulai dari kondisi fisik pasien yang lemah, jaringan parut akibat operasi sebelumnya, hingga tingginya risiko pembekuan darah.

Meski demikian, prosedur berjalan sukses. Luka operasi mengering tanpa infeksi, kondisi anak terus membaik, dan cangkok tulang mulai tumbuh menggantikan bagian tulang yang hilang.

Saat ini, pasien menjalani program rehabilitasi khusus untuk meningkatkan kemampuan menopang berat badan, menyesuaikan diri dengan tulang baru, serta mencegah deformitas pada tungkai.

Dokter memperkirakan dalam waktu enam hingga sembilan bulan ke depan anak dapat kembali berjalan normal dan menjalani aktivitas layaknya anak seusianya.

Pentingnya Deteksi Dini Pseudoartrosis Kongenital Tibia

Pseudoartrosis kongenital tibia merupakan kelainan langka yang diperkirakan terjadi pada sekitar satu dari 250.000 anak. Kondisi ini biasanya mulai terlihat ketika anak belajar berjalan.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi kaki bengkok, berjalan pincang, panjang kedua kaki yang berbeda, atau patah tulang tanpa penyebab yang jelas.

Oleh karena itu, orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter spesialis ortopedi apabila menemukan gejala tersebut. Penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi sekaligus mengurangi risiko komplikasi serius

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518