Kaki Prostesis dengan Sensor Saraf Bisa Rasakan Sentuhan

Kaki prostesis dengan sensor saraf menjadi salah satu inovasi paling menjanjikan dalam dunia teknologi medis. Berbeda dengan prostesis konvensional, teknologi ini memungkinkan pengguna merasakan tekanan dan gerakan sehingga pengalaman berjalan terasa lebih alami.

Menurut laporan Daily Mail, para ilmuwan berhasil mengatasi salah satu kelemahan terbesar prostesis modern, yaitu tidak adanya sensasi atau umpan balik dari kaki buatan. Selama ini, banyak pengguna harus terus melihat posisi kaki mereka saat berjalan agar tidak kehilangan keseimbangan atau terjatuh.

Dengan teknologi terbaru ini, otak dapat kembali menerima informasi mengenai posisi kaki tanpa harus mengandalkan penglihatan secara terus-menerus.

Cara Kerja Kaki Prostesis dengan Sensor Saraf

Teknologi kaki prostesis dengan sensor saraf bekerja dengan memanfaatkan sistem saraf tubuh. Tujuannya adalah mengirimkan sinyal yang dapat diterjemahkan otak layaknya sensasi dari kaki asli.

Sistem ini terdiri dari beberapa komponen yang saling bekerja sama.

Sensor Dipasang pada Prostesis

Sebanyak delapan sensor dipasang pada kaki prostesis dan lutut mekanis. Sensor tersebut berfungsi mendeteksi tekanan, posisi, dan gerakan saat pengguna berjalan.

Informasi yang diperoleh sensor kemudian diteruskan ke sistem elektronik yang telah dirancang khusus.

Elektroda Terhubung ke Saraf

Para peneliti menanamkan empat elektroda pada saraf tibial di bagian paha pasien.

Elektroda tersebut menjadi penghubung antara kaki prostesis dan sistem saraf sehingga sinyal dari prostesis dapat diteruskan langsung ke otak.

Otak Menerima Sensasi Baru

Ketika kaki prostesis menyentuh permukaan tanah atau lutut bergerak, sensor akan menghasilkan sinyal listrik.

Sinyal tersebut dikirim melalui elektroda menuju saraf. Selanjutnya, otak mengolah sinyal itu sebagai sensasi yang menyerupai perasaan dari kaki yang telah diamputasi.

Proses inilah yang membuat pengguna dapat “merasakan” posisi kaki saat bergerak.

Manfaat bagi Penyandang Amputasi

Uji coba teknologi ini dilakukan pada tiga orang dengan amputasi di atas lutut. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan bergerak yang cukup signifikan.

Beberapa manfaat yang diperoleh antara lain:

  • Mampu menaiki tangga sekitar 30 persen lebih cepat.
  • Dapat menghindari rintangan secara spontan meskipun tidak melihatnya secara langsung.
  • Mengurangi beban kerja otak karena pengguna tidak perlu terus-menerus memperhatikan posisi kaki saat berjalan.

Kemampuan tersebut membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman dan terasa lebih alami dibandingkan penggunaan prostesis konvensional.

Harapan Baru bagi Teknologi Prostesis

Perkembangan kaki prostesis dengan sensor saraf membuka peluang besar bagi masa depan rehabilitasi penyandang amputasi.

Dengan menggabungkan sensor, elektronik, dan sistem saraf manusia, prostesis tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu berjalan. Teknologi ini juga mampu mengembalikan sebagian sensasi yang selama ini hilang akibat amputasi.

Jika penelitian terus menunjukkan hasil yang positif, inovasi ini berpotensi menjadi langkah besar dalam menciptakan prostesis yang semakin canggih, aman, dan mampu meningkatkan kualitas hidup para penggunanya.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518