Teknologi kaki prostesis terus mengalami perkembangan yang luar biasa. Jika dahulu kaki prostesis hanya berfungsi sebagai alat bantu berjalan, kini perangkat tersebut telah berevolusi menjadi bagian dari tubuh yang lebih cerdas, nyaman, dan bahkan memiliki nilai estetika.
Perkembangan ini terjadi berkat perpaduan ilmu kedokteran, robotika, rekayasa material, dan desain modern. Hasilnya, penyandang amputasi kini memiliki lebih banyak pilihan prostesis yang mampu meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kaki Prostesis Modern Semakin Ringan dan Kuat
Salah satu kemajuan terbesar dalam teknologi kaki prostesis adalah penggunaan material yang ringan sekaligus kuat. Prostesis modern umumnya dibuat menggunakan serat karbon dan aluminium sehingga mampu menopang beban tubuh tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.
Teknologi ini juga dimanfaatkan pada prostesis olahraga yang digunakan atlet profesional, termasuk pelari Paralimpiade Oscar Pistorius.
Selain material yang lebih baik, kenyamanan pengguna ditentukan oleh dua komponen penting.
Soket dan Liner yang Lebih Nyaman
Soket dan liner berfungsi menghubungkan sisa anggota tubuh dengan prostesis.
Komponen ini harus dibuat secara presisi agar tekanan tersebar merata. Dengan demikian, risiko lecet, iritasi, maupun rasa tidak nyaman dapat dikurangi selama penggunaan.
Material yang Mengembalikan Energi
Serat karbon memiliki sifat elastis sehingga mampu menyimpan sekaligus melepaskan energi ketika pengguna melangkah.
Karakteristik tersebut membuat pengguna tidak hanya dapat berjalan dengan lebih nyaman, tetapi juga berlari dengan efisien karena sebagian energi dikembalikan pada setiap langkah.
Neuroprosthetic Leg Menghubungkan Otak dan Prostesis
Perkembangan teknologi kaki prostesis semakin maju melalui inovasi Neuroprosthetic Leg yang dikembangkan oleh Dr. Hugh Herr dan tim peneliti di MIT.
Teknologi ini menghubungkan sistem saraf manusia dengan kaki prostesis sehingga pengguna dapat mengendalikan gerakan secara lebih alami.
Melalui prosedur penyambungan saraf, otak dapat mengirimkan sinyal langsung ke prostesis. Sebaliknya, prostesis juga mampu memberikan umpan balik sensorik kepada pengguna.
Beberapa keunggulan teknologi ini meliputi:
- membantu pengguna berjalan hingga sekitar 41 persen lebih cepat dibandingkan prostesis konvensional;
- meningkatkan kesadaran posisi kaki (spatial awareness) tanpa harus melihat ke bawah;
- menghasilkan gerakan yang lebih alami; dan
- menggunakan material berkualitas tinggi seperti titanium dan silikon.
Exo-Prosthetic Menggabungkan Fungsi dan Estetika
Selain meningkatkan fungsi, inovasi terbaru juga memperhatikan aspek desain.
Desainer William Root mengembangkan Exo-Prosthetic, yaitu prostesis yang dibuat menggunakan teknologi pemindaian tiga dimensi (3D scanning) dan pencetakan 3D (3D printing).
Teknologi tersebut memungkinkan bentuk prostesis mengikuti anatomi asli pengguna dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.
Hasilnya, prostesis terlihat lebih alami sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik saat digunakan.
3D Printing Membuat Prostesis Lebih Terjangkau
Exo-Prosthetic menggunakan rangka titanium berdesain berongga (mesh pattern). Desain tersebut membuat prostesis tetap ringan tanpa mengurangi kekuatannya.
Proses pembuatannya memanfaatkan teknologi laser sintering, yaitu metode yang menggabungkan serbuk titanium menggunakan sinar laser hingga membentuk struktur yang kuat.
Selain menghasilkan prostesis berkualitas tinggi, penggunaan 3D modeling dan 3D printing juga membantu mengurangi biaya produksi. Otomatisasi dalam proses desain mengurangi kebutuhan pekerjaan manual sehingga harga prostesis berpotensi menjadi lebih terjangkau.
Masa Depan Teknologi Kaki Prostesis
Perkembangan teknologi kaki prostesis menunjukkan bahwa prostesis tidak lagi sekadar alat bantu berjalan. Kini, prostesis mampu menyatu dengan tubuh, merespons sinyal saraf, serta dirancang sesuai kebutuhan dan karakter setiap pengguna.
Seiring kemajuan robotika, kecerdasan buatan, dan teknologi pencetakan tiga dimensi, prostesis masa depan diperkirakan akan semakin ringan, lebih cerdas, dan semakin menyerupai fungsi kaki alami. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas sekaligus kualitas hidup penyandang amputasi di seluruh dunia.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
