Inovasi Bedah Osseointegrasi: Harapan Baru bagi Penyintas Kanker

Bedah osseointegrasi menjadi harapan baru bagi Robert Johnson, seorang penyintas kanker tulang berusia 28 tahun. Setelah menjalani amputasi kaki kanan, Robert menghadapi berbagai kendala saat menggunakan prostesis konvensional.

Namun, prosedur osseointegrasi membantunya mendapatkan kembali kenyamanan dan kepercayaan diri untuk beraktivitas.

Mengapa Robert Mengalami Kesulitan dengan Prostesis Konvensional?

Tiga tahun sebelumnya, Robert harus menjalani amputasi kaki kanan akibat osteosarcoma, yaitu salah satu jenis kanker tulang.

Setelah itu, ia menggunakan prostesis dengan sistem socket atau wadah. Sayangnya, prostesis tersebut menimbulkan sejumlah masalah.

Gesekan antara kulit dan socket membuat Robert mengalami iritasi, nyeri, hingga risiko infeksi. Selain itu, prostesis juga terkadang terasa longgar sehingga membuatnya khawatir terjatuh.

Kondisi tersebut akhirnya membatasi aktivitas sehari-harinya. Robert bahkan merasa tidak percaya diri untuk bekerja, berolahraga, atau menggendong putrinya.

Apa Itu Bedah Osseointegrasi?

Untuk mengatasi masalah tersebut, Robert menjalani bedah osseointegrasi di Keck Medicine of USC.

Prosedur ini berbeda dari prostesis konvensional. Pada osseointegrasi, implan logam dipasang langsung ke tulang sisa amputasi.

Selanjutnya, tulang akan berintegrasi dengan implan tersebut. Setelah proses penyembuhan, prostesis dapat terhubung langsung dengan bagian implan yang keluar melalui kulit.

Dengan sistem tersebut, prostesis tidak lagi bergantung pada socket yang menempel pada permukaan tubuh.

Menurut Dr. Lawrence Menendez, ahli bedah ortopedi yang menangani Robert, metode ini dapat memberikan stabilitas yang lebih baik. Pasien juga dapat merasakan posisi anggota tubuh dengan lebih baik melalui propriosepsi.

Perubahan Besar dalam Kehidupan Robert

Setelah menyelesaikan operasi keduanya pada Juni 2021, Robert merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-harinya.

Salah satunya adalah kemampuan merasakan permukaan saat menggunakan kaki prostetik. Ia bahkan dapat merasakan perbedaan permukaan ketika berjalan di atas treadmill.

Selain itu, Robert mulai kembali berlatih di gym. Ia juga memiliki target untuk dapat berlari kembali.

Namun, perubahan yang paling berarti bagi Robert adalah kesempatan untuk menggendong putrinya dengan lebih percaya diri.

Harapan Baru bagi Pengguna Prostesis

Keberhasilan Robert menunjukkan potensi bedah osseointegrasi dalam membantu orang yang mengalami amputasi.

Prosedur ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi prostesis pada pasien tertentu. Dengan perkembangan teknologi medis, metode tersebut diharapkan dapat membantu lebih banyak penyintas amputasi, termasuk mereka yang kehilangan anggota tubuh akibat kanker, kecelakaan, maupun kondisi lainnya.

Bagi Robert, osseointegrasi bukan sekadar prosedur medis. Teknologi tersebut memberinya kesempatan untuk kembali melakukan berbagai aktivitas dan menikmati momen bersama keluarganya.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518