The Fin: Kaki Protetik untuk Berenang bagi Penyandang Amputasi

Berenang dapat menjadi aktivitas yang menantang bagi penyandang amputasi. Keterbatasan alat bantu membuat sebagian pengguna harus melepas kaki prostetik sebelum masuk ke air.

Kini, teknologi baru bernama The Fin menawarkan solusi berbeda. Dikembangkan oleh Northwell Health, perangkat ini dirancang sebagai kaki protetik untuk berenang yang dapat digunakan tanpa harus mengganti kaki prostetik saat berpindah dari darat ke air.

The Fin Hadir untuk Menjawab Kebutuhan Penyandang Amputasi

Menurut Amputee Coalition, sekitar 2 juta orang di Amerika Serikat hidup dengan kondisi amputasi. Namun, tidak semua kaki prostetik dirancang untuk aktivitas di dalam air.

Todd Goldstein, Direktur Laboratorium Pencetakan 3D Northwell Ventures sekaligus perancang The Fin, mengatakan perangkat tersebut dikembangkan untuk mengisi kebutuhan yang belum banyak tersedia.

Sebelum adanya The Fin, sebagian pengguna harus masuk ke air tanpa kaki prostetik. Pilihan lainnya adalah menggunakan perangkat yang hanya memberikan dukungan terbatas tanpa membantu pergerakan di dalam air.

Dan Lasko Menjadi Salah Satu Penguji The Fin

Salah satu pengguna awal The Fin adalah Dan Lasko, seorang purnawirawan Kopral Marinir Amerika Serikat.

Lasko kehilangan kaki kirinya dari lutut ke bawah setelah terkena ledakan bom rakitan saat bertugas di Afghanistan. Meski mengalami amputasi, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan olahraga.

Lasko diketahui telah menyelesaikan enam maraton dan lebih dari 30 perlombaan triatlon. Namun, aktivitas berenang tetap memiliki tantangan tersendiri.

Sebelum menggunakan The Fin, Lasko biasanya harus melepas kaki prostetik sebelum masuk ke air. Kondisi tersebut membuat perpindahan dari area darat menuju kolam renang atau pantai menjadi kurang praktis.

Teknologi Cetak 3D pada The Fin

The Fin memiliki bentuk menyerupai huruf V dengan sejumlah lubang yang dirancang untuk membantu aliran air.

Saat pengguna melakukan gerakan menendang, air dapat melewati bagian tersebut. Desain ini membantu menghasilkan daya dorong sehingga kaki dapat bergerak lebih efektif di dalam air.

Perangkat tersebut dibuat menggunakan teknologi cetak 3D. Teknologi ini memungkinkan pembuatan komponen dengan bentuk yang presisi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Salah satu keunggulan The Fin adalah kemampuannya dipasang pada kaki prostetik standar. Dengan demikian, pengguna dapat berjalan menuju air dan melanjutkan aktivitas berenang tanpa harus mengganti perangkat.

Uji Coba The Fin Terus Disempurnakan

Dalam tahap pengujian di Nassau Aquatic Center, Dan Lasko memberikan sejumlah masukan kepada tim pengembang.

Pada pengujian awal, gerakan renangnya yang kuat membuat model klip pertama terlepas dari kaki prostetik. Tim Northwell Ventures kemudian melakukan penyempurnaan pada sistem pengait.

Perbaikan tersebut menghasilkan desain yang lebih aman dan kokoh untuk digunakan saat berenang.

Bagi Lasko, pengalaman menggunakan The Fin memberikan sensasi berbeda. Ia dapat merasakan daya dorong saat bergerak di dalam air dan merasa lebih leluasa ketika berenang.

Membuka Peluang Aktivitas Air yang Lebih Inklusif

Kehadiran The Fin menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu menciptakan akses aktivitas yang lebih inklusif bagi penyandang amputasi.

Perangkat ini juga dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin tetap aktif di kolam renang maupun lingkungan perairan lainnya.

Northwell Health berharap teknologi tersebut dapat tersedia lebih luas bagi masyarakat. Jika pengembangannya terus berjalan, The Fin berpotensi membantu lebih banyak penyandang amputasi menikmati aktivitas di air dengan lebih mudah dan mandiri.

Inovasi seperti The Fin menjadi pengingat bahwa teknologi bukan hanya tentang menciptakan perangkat baru, tetapi juga tentang membuka lebih banyak kesempatan bagi setiap orang untuk tetap aktif.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518