Meski Kehilangan Satu Kaki, Katie Tetap Semangat Ikut Lomba Lari 5 Km

Katie Kaddington membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti mengejar impian. Gadis kecil ini tetap bersemangat beraktivitas meski harus kehilangan kaki kanannya.

Katie kehilangan kaki kanannya setelah mengalami kecelakaan pada Oktober 2013. Saat itu, Katie masih berusia 4 tahun.

Kecelakaan Membuat Katie Kehilangan Kaki

Menurut sang ibu, Samantha Eddington, kecelakaan terjadi ketika Katie terpeleset saat ayahnya, Russell Eddington, sedang memotong rumput.

Kaki kanan Katie tidak sengaja terkena mesin pemotong rumput. Akibatnya, ia mengalami luka parah di bagian atas lutut. Insiden tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah otot dan tulang.

Dalam 30 hari setelah kecelakaan, Katie harus menjalani 16 prosedur operasi. Selama sekitar 2,5 tahun berikutnya, keluarganya terus berusaha membantu proses pemulihan Katie.

Katie menjalani terapi fisik setiap hari. Keluarganya juga membawanya ke berbagai rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Keluarga Berusaha Memulihkan Kondisi Katie

Keluarga Katie bahkan membuat berbagai latihan di rumah untuk membantu proses pemulihannya.

“Kami bahkan mendirikan halang rintang untuk membantu Katie cepat pulih. Namun, kakinya tidak kunjung berkembang seperti yang diharapkan,” kata Samantha, dikutip dari CNN.

Setelah berbagai upaya dilakukan, keluarga akhirnya mengambil keputusan sulit. Pada Juli 2015, kaki kanan Katie harus diamputasi.

Keputusan tersebut tentu tidak mudah bagi Katie dan keluarganya. Namun, kondisi itu tidak membuat semangat Katie hilang.

Katie Tetap Aktif Setelah Amputasi

Setelah menjalani amputasi, Katie justru menunjukkan perkembangan yang mengejutkan. Proses pemulihannya berlangsung lebih cepat dari perkiraan dokter.

Beberapa waktu kemudian, organisasi nirlaba Limbs Matter memberikan kaki prostetik kepada Katie. Kaki prostetik tersebut membuat Katie lebih mudah melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Katie juga tetap bisa berenang. Saat berada di dalam air, ia cukup melepas kaki prostetiknya.

Kehadiran kaki prostetik membuat Katie semakin percaya diri untuk kembali aktif.

Katie Berlatih untuk Lomba Lari 5 Km

Tidak berhenti pada aktivitas sehari-hari, Katie memiliki target baru. Ia ingin mengikuti lomba lari 5 km.

Untuk mencapai target tersebut, Katie rutin melatih fisiknya. Ia bahkan sudah terbiasa melakukan berbagai latihan dengan kaki prostetiknya.

Samantha pernah melihat Katie melakukan push-up di kamar menggunakan kaki prostetik.

“Saya pernah melihatnya di kamar sedang melakukan push-up. Ya, dengan kaki prostetiknya. Itu luar biasa,” ujar Samantha.

Selain latihan fisik, Katie juga mulai rutin berlari. Ia diketahui mampu berlatih lari setidaknya 3 km.

Katie Hanya Ingin Mencoba

Ketika ditanya alasan ingin mengikuti lomba lari 5 km, jawaban Katie sangat sederhana.

“Aku hanya ingin mencobanya,” ujar Katie.

Semangat Katie menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba dapat menjadi langkah awal dalam mencapai sebuah impian. Kisahnya juga menjadi pengingat bahwa kehilangan anggota tubuh tidak harus menghentikan seseorang untuk tetap aktif dan mengejar tujuan.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518