Trevon Jenifer adalah atlet kursi roda asal Amerika Serikat yang berhasil menjadi bagian dari tim basket kursi roda Amerika Serikat di ajang Paralympic Games. Selain berprestasi sebagai atlet, Trevon juga bekerja sebagai Personnel Security Specialist di Security Management Division (SMD), bagian dari United States Secret Service.
Perjalanan Trevon menjadi atlet dimulai sejak usia dini. Ia lahir dengan kondisi congenital phocomelia, yaitu kondisi bawaan yang menyebabkan seseorang lahir tanpa anggota tubuh tertentu. Trevon lahir tanpa kaki.
Meski memiliki keterbatasan fisik, Trevon tidak berhenti mengejar minatnya dalam olahraga. Bahkan, ia telah bermain basket kursi roda sejak berusia empat tahun dan kemudian berkembang menjadi atlet tingkat nasional.
Trevon Jenifer Memulai Basket Kursi Roda Sejak Kecil
Trevon Jenifer mulai mengenal basket kursi roda ketika berusia empat tahun. Saat itu, ia mengikuti berbagai tim olahraga di wilayah metropolitan Washington.
Keinginannya untuk berolahraga muncul setelah melihat saudara-saudaranya mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Trevon kemudian mencoba basket kursi roda dan menemukan bidang yang menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Selain basket, Trevon juga memiliki pengalaman dalam olahraga lain. Ketika masih muda, ia berhasil menjadi atlet lari yang cukup sukses. Kemudian, saat duduk di sekolah menengah, ia juga menekuni olahraga gulat.
Dengan pengalaman di berbagai cabang olahraga tersebut, Trevon terus mengembangkan kemampuan fisik dan mentalnya.
Perjalanan Trevon Menuju Tim Paralimpik Amerika Serikat
Perjalanan Trevon menuju tim nasional dimulai ketika ia bergabung dengan junior national team pada tahun 2009. Kesempatan tersebut menjadi langkah penting dalam kariernya sebagai atlet.
Setelah lulus kuliah, Trevon berhasil lolos ke tim nasional Amerika Serikat. Tidak lama kemudian, ia menjalani debutnya di ajang Paralympic Games di London.
Sejak saat itu, Trevon terus menjadi bagian dari tim basket kursi roda Amerika Serikat. Ia kemudian tampil dalam London 2012 dan Rio 2016.
Dalam dua ajang tersebut, Trevon berhasil membawa pulang medali. Ia meraih medali perunggu di London 2012 dan medali emas di Rio 2016.
Tiga Kali Membela Tim Paralimpik
Pada tahun 2020, Trevon kembali terpilih menjadi anggota tim basket kursi roda putra Amerika Serikat. Namun, ajang tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena pandemi.
Setelah mengalami penundaan, Paralympic Games Tokyo akhirnya berlangsung pada 24 Agustus hingga 5 September 2021.
Kesempatan tersebut menjadi penampilan ketiga Trevon di ajang Paralimpik. Sebelumnya, ia telah tampil di London 2012 dan Rio 2016.
Bagi Trevon, kesempatan untuk tampil di Paralympic Games merupakan sebuah kehormatan. Ia menyadari bahwa banyak atlet berlatih sepanjang hidup mereka untuk mendapatkan kesempatan tersebut.
Trevon Jenifer Juga Bekerja di Secret Service
Selain menjadi atlet Paralimpik, Trevon Jenifer memiliki pengalaman unik karena juga bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat.
Trevon bekerja sebagai Personnel Security Specialist di Security Management Division (SMD), United States Secret Service. Ia pertama kali mengetahui peluang bekerja di lembaga tersebut ketika menghadiri sebuah acara untuk penyandang disabilitas.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Trevon. Ia tidak hanya dapat membela negaranya melalui olahraga, tetapi juga menjalankan tugas untuk negaranya melalui pekerjaannya.
Menurut Trevon, bekerja di Security Management Division memberikan pengalaman yang sangat berarti. Ia juga mengapresiasi rekan-rekan kerjanya yang memberikan dukungan selama menjalankan tugas.
Dukungan Rekan Kerja untuk Trevon
Perjalanan Trevon sebagai atlet mendapat dukungan dari rekan-rekannya di Secret Service. Bahkan, Michael Mullen, Chief Security Management Division, menyampaikan kebanggaannya terhadap Trevon.
Menurut Mullen, Trevon membawa etos kerja dan semangat kerja sama yang sama ke lingkungan kerja seperti yang ia tunjukkan sebagai atlet Paralimpik.
Dengan demikian, kemampuan Trevon dalam bekerja sama dengan tim tidak hanya terlihat ketika berada di lapangan. Sikap tersebut juga menjadi bagian dari pekerjaannya sehari-hari.
Dukungan tersebut menjadi semakin berarti karena Trevon membawa nama keluarga, organisasi, dan lembaga yang mendukungnya ketika bertanding untuk Team USA.
Latihan Keras Sebelum Paralympic Games Tokyo
Untuk mempersiapkan diri menghadapi Paralympic Games Tokyo, Trevon menjalani jadwal latihan yang sangat padat.
Ia bahkan bangun sekitar pukul 04.30 pagi untuk pergi ke pusat kebugaran sebelum membantu mempersiapkan kedua anaknya untuk memulai hari. Setelah itu, Trevon berangkat bekerja.
Pada malam hari, setelah makan malam dan menghabiskan waktu bersama keluarganya, ia kembali berlatih di gym yang berada di rumahnya sekitar pukul 22.00.
Kemudian, rutinitas tersebut kembali dilakukan pada hari berikutnya.
Meskipun jadwalnya padat, Trevon tetap menjalaninya dengan dukungan keluarga. Ia menyebut istri dan kedua anaknya sebagai salah satu sumber motivasi terbesar dalam menjalani latihan dan pekerjaannya.
Ingin Kembali Membela Team USA
Menjelang Paralympic Games Tokyo, Trevon mengaku sangat menantikan kesempatan untuk kembali bermain bersama rekan-rekannya.
Baginya, bermain untuk Team USA bukan hanya tentang dirinya sendiri. Ia merasa membawa nama keluarga, organisasi, dan orang-orang yang telah memberikan dukungan selama perjalanan kariernya.
Karena itu, kesempatan kembali bermain di ajang Paralimpik menjadi momen yang sangat berarti bagi Trevon.
Trevon Jenifer Terus Menginspirasi Orang Lain
Di luar pekerjaan dan olahraga, Trevon Jenifer juga aktif memberikan motivasi kepada orang lain melalui kegiatan motivational speaking.
Pengalamannya sebagai penyandang disabilitas, atlet Paralimpik, pekerja Secret Service, dan seorang ayah membuat kisah hidupnya memiliki banyak sisi yang dapat dibagikan kepada orang lain.
Trevon menunjukkan bahwa kondisi fisik bukanlah penghalang untuk mengejar prestasi. Sejak bermain basket kursi roda pada usia empat tahun hingga tampil tiga kali di Paralympic Games, ia terus mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang dimilikinya.
Pada akhirnya, perjalanan Trevon Jenifer menjadi contoh tentang kerja keras, dukungan keluarga, dan semangat untuk terus berkembang. Selain membela negaranya sebagai atlet, ia juga memberikan kontribusi melalui pekerjaannya dan terus menginspirasi orang lain melalui kisah hidupnya.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
