Sejarah kaki palsu telah berlangsung selama ribuan tahun. Perkembangan prostesis dimulai dari alat bantu sederhana dan terus berkembang menjadi perangkat yang semakin fungsional.
Pada masa lalu, kaki atau tangan palsu lebih banyak digunakan sebagai pengganti anggota tubuh yang hilang. Seiring perkembangan teknologi, prostesis mulai dirancang agar penggunanya dapat melakukan lebih banyak aktivitas sehari-hari.
Para penemu dan pengguna prostesis memiliki peran penting dalam perkembangan tersebut. Mereka menciptakan berbagai desain yang membantu mengubah cara manusia melihat teknologi prostetik.
Awal Sejarah Prostesis di Mesir Kuno
Salah satu bukti awal teknologi prostesis ditemukan di Mesir Kuno. Para peneliti menemukan dua contoh jari kaki buatan yang diperkirakan telah dibuat ribuan tahun lalu.
Jari kaki tersebut menarik perhatian karena tidak hanya memiliki fungsi dekoratif. Penelitian terhadap replika menunjukkan bahwa desainnya kemungkinan dapat membantu seseorang berjalan.
Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat pada masa itu telah berusaha membuat alat pengganti anggota tubuh yang memiliki fungsi tertentu.
Jari kaki juga memiliki peran penting dalam pergerakan tubuh. Karena itu, bentuk dan desain prostesis perlu disesuaikan agar dapat membantu aktivitas berjalan.
Prostesis pada Abad Pertengahan
Perkembangan kaki palsu berjalan cukup lambat selama berabad-abad. Namun, beberapa desain pada abad pertengahan mulai menggunakan mekanisme engsel.
Salah satu contoh terkenal adalah prostesis milik Götz von Berlichingen, seorang ksatria Jerman yang hidup pada abad ke-15 dan ke-16.
Prostesis tersebut dibuat dengan struktur yang lebih kompleks. Bagian jari dapat digerakkan sehingga memungkinkan penggunanya melakukan beberapa aktivitas.
Desain seperti ini menunjukkan bahwa prostesis mulai dibuat bukan hanya untuk menggantikan bentuk anggota tubuh, tetapi juga untuk membantu fungsi tertentu.
Perang Mendorong Perkembangan Kaki Palsu
Perang menjadi salah satu faktor yang mempercepat perkembangan teknologi prostetik. Banyak orang kehilangan anggota tubuh akibat peperangan sehingga kebutuhan terhadap kaki dan tangan palsu meningkat.
Salah satu periode penting terjadi setelah Perang Saudara Amerika. Banyak veteran yang kehilangan anggota tubuh kemudian mencari cara untuk memperbaiki kemampuan prostesis yang tersedia.
Beberapa bahkan merancang prostesis mereka sendiri.
James Hanger dan Hanger Limb
James Hanger merupakan salah satu veteran yang kehilangan kakinya. Ia kemudian mengembangkan desain prostesis yang dikenal sebagai Hanger Limb.
Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman pengguna dapat mendorong perkembangan teknologi prostetik.
Samuel Decker dan Tangan Mekanis
Tokoh lain yang berperan dalam perkembangan prostesis adalah Samuel Decker. Ia merancang tangan buatan yang dapat dilengkapi berbagai alat untuk membantu aktivitas sehari-hari.
Salah satu desainnya bahkan menggunakan sendok sebagai bagian dari prostesis. Hal tersebut menunjukkan adanya perubahan tujuan dalam pembuatan kaki dan tangan palsu.
Prostesis tidak lagi hanya berfungsi sebagai pengganti anggota tubuh. Perangkat tersebut mulai dirancang untuk membantu pengguna melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan.
Prostesis Khusus untuk Aktivitas Tertentu
Memasuki sekitar tahun 1900, perkembangan desain prostetik semakin spesifik. Para pembuat prostesis mulai menciptakan perangkat untuk kebutuhan tertentu.
Salah satu contohnya adalah tangan palsu yang dibuat untuk seorang pianis. Bentuk jari pada prostesis tersebut dirancang agar penggunanya dapat menjangkau satu oktaf pada piano.
Contoh ini memperlihatkan bahwa prostesis dapat disesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan penggunanya.
Perkembangan Prostesis Setelah Perang Dunia I
Perang Dunia I membawa perubahan besar dalam sejarah kaki palsu. Jumlah orang yang kehilangan anggota tubuh meningkat sehingga produksi prostesis dalam jumlah besar menjadi kebutuhan.
Di Amerika Serikat, Walter Reed Army Hospital menjadi salah satu tempat yang memproduksi prostesis bagi para veteran.
Pada masa tersebut, prostesis mulai dilengkapi berbagai alat tambahan. Beberapa perangkat memungkinkan pengguna melakukan pekerjaan seperti mengelas dan mengemudikan kendaraan.
Tidak hanya untuk bekerja, terdapat pula perangkat yang dirancang untuk aktivitas olahraga, termasuk bermain baseball.
Tangan Mekanis dengan Sistem Pengait
Perkembangan lain datang dari D.W. Dorrance, yang menciptakan tangan mekanis dengan desain split hook.
Desain tersebut menjadi populer karena dapat membantu pengguna menggenggam dan memanipulasi berbagai benda.
Kemampuan tersebut membuat banyak pekerja yang kehilangan anggota tubuh dapat kembali melakukan pekerjaan mereka.
Menariknya, konsep split hook tetap digunakan dalam berbagai bentuk selama bertahun-tahun. Pada tahun 1930-an, Dorrance bahkan menunjukkan kemampuan prostesis tersebut dengan menggunakannya saat mengemudikan mobil.
Perkembangan Prostesis di Inggris
Di Inggris, Queen Mary’s Hospital, Roehampton menjadi salah satu pusat penting dalam pembuatan kaki dan tangan palsu.
Rumah sakit tersebut dibuka pada tahun 1939. Pada tahun pertamanya, ribuan veteran perang datang untuk mendapatkan bantuan terkait prostesis.
Perkembangan teknologi prostetik pada masa tersebut juga didukung oleh kemajuan dalam dunia medis. Teknik operasi yang semakin baik, pengobatan infeksi, serta ketersediaan transfusi darah membantu mengurangi kebutuhan amputasi dibandingkan periode perang sebelumnya.
Dari Prostesis Sederhana Menuju Teknologi Modern
Perjalanan panjang sejarah kaki palsu menunjukkan bahwa teknologi prostetik terus mengalami perubahan.
Pada awalnya, prostesis dibuat dengan bentuk sederhana dan fungsi yang terbatas. Kemudian, desainnya mulai menggunakan mekanisme engsel dan komponen yang dapat membantu aktivitas tertentu.
Perkembangan tersebut terus berlanjut hingga muncul berbagai jenis prostesis modern. Saat ini, teknologi prostetik dapat dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan, aktivitas, dan kondisi masing-masing pengguna.
Perkembangan teknologi juga membuka peluang untuk menciptakan prostesis yang semakin ringan, nyaman, dan fungsional.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
