Kaki bionik menjadi salah satu perkembangan penting dalam teknologi prostetik. Perangkat ini dirancang untuk membantu orang yang mengalami amputasi agar dapat melakukan berbagai aktivitas dengan lebih mudah.
Salah satu sosok yang dikenal dalam pengembangan teknologi tersebut adalah Hugh Herr. Ia kehilangan kedua kakinya ketika masih remaja setelah mengalami frostbite atau kerusakan jaringan akibat paparan suhu yang sangat dingin.
Hugh Herr Kehilangan Kedua Kakinya
Hugh Herr mengalami kecelakaan saat mendaki gunung bersama temannya. Paparan dingin yang ekstrem menyebabkan kerusakan parah pada kedua kakinya sehingga harus dilakukan amputasi.
Setelah kehilangan kedua kakinya, Herr menghadapi masa yang sulit. Namun, kondisi tersebut justru mendorongnya untuk mencari cara agar dapat kembali melakukan aktivitas yang disukainya.
Ia kemudian mulai mengembangkan teknologi prostetik yang lebih canggih.
Mengembangkan Kaki Bionik
Herr mengembangkan kaki bionik dengan memanfaatkan teknologi robotika. Perangkat tersebut dirancang untuk meniru sebagian gerakan kaki manusia.
Kaki bionik menggunakan motor dan sistem mekanis untuk membantu menghasilkan gerakan. Teknologi ini berbeda dari prostesis konvensional yang umumnya menggunakan material seperti kayu atau plastik.
Dengan sistem tersebut, pengguna dapat memperoleh dukungan gerakan yang lebih dinamis.
Kembali Mendaki dan Berlari
Teknologi yang dikembangkan Hugh Herr membantunya kembali melakukan berbagai aktivitas.
Ia dapat menari, berlari, mendaki gunung, dan kembali melakukan panjat tebing.
Bagi Herr, perkembangan teknologi prostetik bukan hanya tentang menggantikan anggota tubuh yang hilang. Teknologi juga dapat membantu seseorang kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupannya.
Teknologi Prostetik Terus Berkembang
Kisah Hugh Herr menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat mengubah kemampuan prostesis.
Kaki prostetik modern tidak hanya dirancang untuk membantu seseorang berdiri atau berjalan. Beberapa teknologi juga dikembangkan agar dapat memberikan gerakan yang lebih responsif sesuai kebutuhan pengguna.
Perkembangan robotika, sensor, dan sistem kontrol membuka peluang baru dalam pembuatan prostesis yang semakin canggih.
Dari Pengguna Menjadi Pengembang Teknologi
Pengalaman pribadinya membuat Hugh Herr semakin tertarik pada dunia teknologi prostetik. Ia kemudian terlibat dalam pengembangan berbagai perangkat untuk membantu penyandang amputasi.
Perjalanannya menjadi contoh bagaimana pengalaman menghadapi kehilangan anggota tubuh dapat mendorong munculnya inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
