Veteran dan Penyandang Amputasi Ganda Mendapatkan Implan Kaki Prostetik Permanen

Dua pasien di Denver, Amerika Serikat, menjalani operasi terobosan untuk mendapatkan implan kaki prostetik permanen. Teknologi ini memungkinkan kaki prostetik dipasang langsung pada implan logam yang tertanam di tulang.

Keduanya menjadi pasien pertama yang menjalani prosedur menggunakan penyangga logam berpori. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang sering muncul pada penggunaan prostesis konvensional.

Veteran Jalani Operasi ke-85

Salah satu pasien adalah Jace Badia, seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat. Ia telah menjalani puluhan operasi sejak mengalami cedera parah saat bertugas di Irak.

Badia kehilangan salah satu kakinya akibat ledakan di pinggir jalan. Selama bertahun-tahun, ia menggunakan soket prostetik untuk beraktivitas.

Namun, penggunaan soket tersebut membuatnya mengalami rasa sakit dan ketidaknyamanan. Karena itu, Badia memilih mengikuti prosedur implan kaki prostetik permanen.

“Saya hanya ingin bisa bermain dengan anak-anak saya,” ujar Badia.

Operasi tersebut menjadi prosedur ke-85 yang dijalaninya. Meski memiliki risiko, Badia mengaku percaya kepada tim medis yang menangani dirinya.

Implan Logam Dirancang untuk Terhubung dengan Prostesis

Operasi Badia dipimpin oleh ahli bedah ortopedi Dr. Ronald Hugate. Dalam prosedur tersebut, dokter memasukkan batang logam ke dalam tulang paha.

Berbeda dari implan biasa, perangkat ini menggunakan material logam berpori. Struktur tersebut dirancang agar jaringan tubuh dapat tumbuh ke dalam permukaannya.

Menurut Hugate, proses tersebut diharapkan dapat membantu membentuk penghalang alami terhadap infeksi. Setelah implan stabil, kaki prostetik dapat dipasang langsung pada bagian implan.

“Semuanya berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Hugate setelah operasi.

Teknologi ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pasien yang mengalami masalah saat menggunakan soket prostetik.

Penelitian Prostetik Sudah Berlangsung Selama Bertahun-tahun

Hugate bukan satu-satunya dokter yang terlibat dalam perjalanan teknologi ini. Dokter hewan pensiunan Dr. Robert Taylor juga menjadi bagian dari perkembangan awalnya.

Pada 2005, Hugate dan Taylor pernah melakukan prosedur pemasangan kaki prostetik pada seekor anjing Siberian Husky bernama Triumph.

Implan tersebut akhirnya harus dilepas karena mengalami infeksi. Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan teknologi prostetik untuk manusia.

Penyandang Amputasi Ganda Juga Menjalani Operasi

Pasien berikutnya adalah Gary Molock, seorang penyandang amputasi ganda akibat kecelakaan truk.

Dalam prosedur tersebut, dokter melakukan implantasi pada kaki kanannya. Sebelum masuk ke ruang operasi, keluarga Molock berkumpul untuk memberikan dukungan dan berdoa.

Molock mengaku merasa gugup sekaligus berharap prosedur tersebut dapat membantunya kembali bergerak lebih aktif.

“Saya tidak ingin menjadi kelinci percobaan, tetapi saya tidak bisa terus duduk di kursi roda sepanjang hari, setiap hari,” ujar Molock.

Menunggu Enam Minggu Sebelum Menopang Berat Badan

Setelah operasi, Badia dan Molock tidak langsung dapat menggunakan kaki implan mereka untuk berjalan.

Keduanya harus menunggu sekitar enam minggu sebelum mulai menopang berat badan pada kaki yang menjalani implantasi. Masa tersebut diperlukan untuk memberikan waktu bagi tubuh beradaptasi dengan implan.

Proses pemulihan menjadi tahap penting sebelum pasien dapat menggunakan prostesis yang terhubung langsung dengan implan.

Harapan Baru bagi Pengguna Kaki Prostetik

Badia dan Molock menjadi bagian dari langkah awal dalam pengembangan implan kaki prostetik permanen. Teknologi ini berpotensi memberikan pilihan baru bagi orang yang kesulitan menggunakan prostesis dengan soket.

Bagi kedua pasien, prosedur tersebut bukan hanya tentang teknologi. Mereka berharap dapat memperoleh mobilitas yang lebih baik dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Operasi ini juga menjadi bagian dari perkembangan teknologi prostetik yang terus mencari solusi baru bagi veteran dan penyandang amputasi di berbagai negara.