Bantuan Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Berwirausaha

Bantuan kaki palsu dapat membantu penyandang disabilitas yang mengalami amputasi tungkai untuk kembali melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain mendukung mobilitas, kaki palsu juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta motivasi untuk bekerja dan berwirausaha.

Hal tersebut dibahas dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Latifatul Isroiyah, Abdul Halim, dan Desi Rahmawati. Kegiatan ini melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, serta masyarakat penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut diterbitkan dalam JANITA (Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Tulungagung), Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023. Fokus kegiatan adalah melihat manfaat bantuan kaki palsu dalam mendukung aktivitas, kemandirian, pekerjaan, serta semangat berwirausaha bagi penerima manfaat.

Mengapa Bantuan Kaki Palsu Dibutuhkan?

Kehilangan kaki dapat terjadi karena berbagai kondisi, seperti kecelakaan, penyakit, maupun kondisi tertentu sejak lahir. Bagi penyandang amputasi, keterbatasan mobilitas dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit.

Selain itu, keterbatasan dalam bergerak juga dapat memengaruhi kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan lingkungan. Biaya pembuatan kaki palsu menjadi salah satu kendala bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Oleh karena itu, bantuan kaki palsu menjadi salah satu bentuk dukungan sosial yang dapat membantu penerima manfaat memperoleh dukungan mobilitas dan menjalankan aktivitas secara lebih mandiri.

Tujuan Bantuan Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas

Program bantuan kaki palsu tidak hanya bertujuan membantu penerima manfaat berjalan. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk mendukung kemandirian dan kepercayaan diri.

Beberapa tujuan utama program tersebut meliputi:

  • membantu penyandang disabilitas melakukan aktivitas sehari-hari;
  • memudahkan proses berjalan dan beradaptasi dengan lingkungan;
  • meningkatkan rasa percaya diri;
  • mengurangi rasa minder dalam kehidupan bermasyarakat;
  • meningkatkan motivasi dan semangat untuk bekerja;
  • mendorong munculnya wirausaha baru;
  • membantu penerima manfaat memperoleh penghasilan secara mandiri; dan
  • mengurangi ketergantungan terhadap bantuan orang lain.

Dengan demikian, kaki palsu tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas. Alat tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Program Bantuan Kaki Palsu di Tulungagung

Kegiatan bantuan kaki palsu di Kabupaten Tulungagung dilakukan melalui kerja sama beberapa pihak. Program ini melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, serta unsur masyarakat.

Sebelum menerima bantuan, penerima manfaat didata dan disesuaikan dengan kebutuhannya. Selanjutnya, kondisi tubuh dan ukuran yang diperlukan diperiksa agar prostesis dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Selain prostesis, program tersebut juga dapat disertai dengan bantuan modal usaha. Bantuan modal diberikan kepada penerima manfaat yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha berdasarkan keterampilan dan kemampuan masing-masing.

Di sisi lain, pihak swasta juga dapat berperan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap kaki palsu maupun alat bantu lainnya.

Proses Pembuatan Kaki Palsu Prostetik

Pembuatan kaki palsu perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap penerima manfaat. Berdasarkan artikel tersebut, proses pembuatan prostesis dilakukan melalui beberapa tahapan.

1. Pemeriksaan

Tahap pertama adalah pemeriksaan kondisi penerima manfaat. Pemeriksaan bertujuan menentukan jenis dan kebutuhan kaki palsu yang sesuai.

2. Pencetakan

Setelah ukuran dan desain ditentukan, dilakukan pencetakan sesuai bentuk dan ukuran bagian tubuh penerima manfaat.

3. Rektifikasi

Model yang telah dicetak kemudian dikoreksi untuk menyesuaikan bentuk dan kebutuhan pengguna sebelum memasuki proses berikutnya.

4. Fabrikasi dan Assembly

Pada tahap ini, berbagai komponen kaki palsu dirangkai sehingga membentuk alat bantu sesuai desain yang telah ditentukan.

5. Fitting

Kaki palsu yang telah dibuat dipasang dan diuji coba kepada penerima manfaat. Tahap ini bertujuan memastikan ukuran, posisi, dan kenyamanan alat bantu sesuai.

6. Delivery

Setelah proses fitting dan pemeriksaan kualitas selesai, kaki palsu diserahkan kepada penerima manfaat untuk digunakan.

Manfaat Kaki Palsu untuk Aktivitas Sehari-hari

Pemberian kaki palsu memberikan manfaat terutama dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Dengan alat bantu yang sesuai, pengguna dapat memperoleh dukungan untuk berjalan dan bergerak di lingkungan sekitar.

Kemampuan bergerak yang lebih baik juga dapat membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk kembali melakukan aktivitas produktif. Dalam program ini, aktivitas tersebut mencakup pekerjaan dan kegiatan berwirausaha.

Dengan demikian, penggunaan kaki palsu dapat menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.

Bantuan Kaki Palsu dan Motivasi Berwirausaha

Salah satu fokus penting dalam kegiatan ini adalah hubungan antara bantuan kaki palsu dengan motivasi penerima manfaat untuk bekerja dan berwirausaha.

Kemampuan bergerak yang lebih baik dapat membantu penerima manfaat menjalankan aktivitas dengan lebih percaya diri. Selain itu, dukungan berupa modal usaha dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan ekonomi.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan kemampuan dan tidak hanya bergantung pada bantuan sosial. Dengan kesempatan yang sesuai, mereka dapat berusaha memperoleh pendapatan dan memenuhi kebutuhan keluarga secara lebih mandiri.

Oleh karena itu, bantuan kaki palsu dapat dipandang sebagai bagian dari proses pemberdayaan. Mobilitas yang lebih baik dapat mendukung aktivitas produktif, sedangkan dukungan usaha dapat memperkuat kemandirian ekonomi.

Evaluasi Setelah Mendapatkan Bantuan

Setelah bantuan diberikan, dilakukan evaluasi terhadap kondisi penerima manfaat. Evaluasi digunakan untuk melihat perkembangan setelah menerima kaki palsu dan bantuan modal usaha.

Hasil evaluasi dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebutuhan bantuan berikutnya. Pendekatan tersebut penting karena setiap penerima memiliki kondisi fisik, kebutuhan, dan kemampuan aktivitas yang berbeda.

Selain itu, keberlanjutan program juga penting agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses terhadap layanan sosial dan alat bantu yang sesuai.

Kaki Palsu sebagai Dukungan untuk Kemandirian

Kaki palsu atau prostesis dirancang untuk membantu menggantikan sebagian fungsi dan bentuk kaki yang hilang akibat amputasi. Namun, manfaatnya dapat menjadi lebih luas apabila disertai dengan dukungan sosial dan ekonomi.

Dalam kegiatan di Tulungagung, bantuan kaki palsu dipadukan dengan upaya pemberdayaan penerima manfaat. Tujuannya adalah membantu mereka kembali beraktivitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki kesempatan untuk bekerja dan berwirausaha.

Program tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan alat bantu fisik. Sebaliknya, dukungan lingkungan, kesempatan ekonomi, dan pendampingan juga memiliki peran penting dalam membantu penerima menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518