Pengembangan Kaki Prostetik Low-Cost untuk Industri Kaki Palsu di Indonesia

Kaki prostetik merupakan alat bantu penting bagi penyandang disabilitas kaki untuk mendukung mobilitas dan meningkatkan kemandirian. Namun, harga kaki palsu yang berkualitas masih menjadi kendala bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Sebuah penelitian dari Program Studi Sarjana Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) membahas pengembangan desain kaki prostetik berbasis low-cost untuk industri kecil kaki palsu di Indonesia. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada harga murah, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan, fungsi, biomekanika, kemudahan produksi, material, dan kebutuhan pengguna.

Mengapa Kaki Prostetik Low-Cost Dibutuhkan?

Penyandang disabilitas kaki membutuhkan alat bantu yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan dan bekerja. Bagi sebagian pengguna, kaki prostetik juga dapat membantu meningkatkan kemandirian serta kepercayaan diri ketika beraktivitas di lingkungan sosial.

Di Indonesia, kebutuhan terhadap kaki prostetik cukup besar. Namun, produk dengan teknologi dan kualitas tinggi sering kali memiliki harga yang sulit dijangkau oleh masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.

Di sisi lain, industri kaki palsu lokal memiliki peluang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa industri kecil telah mampu membuat kaki prostetik dengan biaya yang lebih rendah. Akan tetapi, proses produksi yang masih konvensional, keterbatasan material, serta kurangnya perhatian terhadap kenyamanan dan pengalaman pengguna menjadi tantangan yang perlu diperbaiki.

Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengembangkan desain kaki prostetik yang lebih sesuai dengan kemampuan industri kecil sekaligus memenuhi kebutuhan pengguna di Indonesia.

Tujuan Pengembangan Desain Kaki Prostetik

Penelitian ini bertujuan menghasilkan desain kaki prostetik yang dapat:

  • diproduksi dengan biaya relatif rendah;
  • menggunakan material yang mudah diperoleh;
  • sesuai dengan kemampuan industri kecil lokal;
  • memiliki fungsi berjalan yang baik;
  • meningkatkan kenyamanan pengguna;
  • menerapkan prinsip biomekanika;
  • memiliki tampilan yang menarik; dan
  • mengurangi ketergantungan terhadap produk prostetik impor.

Dengan pendekatan tersebut, kaki prostetik diharapkan tidak hanya terjangkau, tetapi juga dapat digunakan secara nyaman dan efektif.

Pendekatan dalam Perancangan Kaki Prostetik

Pengembangan desain dilakukan dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yaitu making, function, comfortable, dan personal.

1. Making

Aspek making berkaitan dengan proses pembuatan, kemampuan industri kecil, pemilihan material, dan biaya produksi.

Peneliti melakukan survei terhadap industri kaki palsu lokal Tuna Daksa Biru Mandiri. Survei tersebut bertujuan mengetahui proses pembuatan, material yang digunakan, serta kemampuan produksi industri.

Hasil pengamatan kemudian digunakan untuk menentukan peluang pengembangan desain yang tetap dapat dibuat menggunakan kemampuan produksi industri kecil.

2. Function

Aspek function berkaitan dengan fungsi utama kaki prostetik sebagai alat bantu berjalan.

Pada tahap ini, prinsip biomekanika diterapkan agar struktur kaki prostetik dapat mendukung gerakan pengguna selama berjalan. Dengan demikian, desain tidak hanya mempertimbangkan bentuk, tetapi juga bagaimana setiap bagian bekerja selama siklus berjalan.

3. Comfortable

Kenyamanan menjadi salah satu faktor penting karena kaki prostetik digunakan secara langsung oleh pengguna dalam berbagai aktivitas.

Peneliti mempertimbangkan kenyamanan ketika berjalan, proses adaptasi, serta kemudahan perawatan. Pertimbangan ini diperlukan agar desain tidak hanya berfungsi secara mekanis, tetapi juga lebih sesuai dengan kondisi pengguna.

4. Personal

Aspek personal berkaitan dengan bentuk, estetika, dan pengalaman pengguna.

Selain berfungsi sebagai alat bantu, kaki prostetik dirancang agar memiliki tampilan yang menarik. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri pengguna ketika menggunakan prostetik dalam kehidupan sehari-hari.

Material yang Digunakan Industri Lokal

Berdasarkan pengamatan terhadap industri kaki palsu lokal, terdapat beberapa material dan komponen sederhana yang digunakan dalam pembuatan prostetik, yaitu:

  • engsel sederhana;
  • pegas;
  • paralon atau PVC;
  • tongkat besi; dan
  • busa hati.

Material tersebut dipertimbangkan karena relatif mudah diperoleh dan dapat diproses oleh industri kecil.

Namun, material murah juga memiliki keterbatasan. Karena itu, desain harus disesuaikan agar material yang tersedia tetap mampu memberikan fungsi dan kenyamanan yang memadai.

Pengalaman Pengguna Kaki Prostetik

Penelitian juga melakukan analisis user experience terhadap empat pengguna kaki prostetik yang mengalami amputasi di atas lutut.

Hasil analisis menunjukkan beberapa pengalaman positif. Pengguna merasa lebih fleksibel ketika bergerak dan tidak selalu membutuhkan alat bantu tambahan. Selain itu, penggunaan prostetik dapat membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dalam lingkungan sosial.

Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dirasakan pengguna, antara lain:

  • kaki terasa pegal ketika berjalan jauh;
  • kesulitan berjalan di jalan menanjak;
  • mengalami phantom pain;
  • lecet dan pegal selama masa adaptasi; serta
  • perawatan kaki prostetik yang cukup rumit.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kaki prostetik perlu memperhatikan pengalaman nyata pengguna. Dengan begitu, desain yang dihasilkan tidak hanya kuat dan berfungsi, tetapi juga lebih nyaman digunakan.

Pentingnya Biomekanika dalam Desain Prostetik

Selain pengalaman pengguna, penelitian mempertimbangkan aspek anatomi dan biomekanika kaki.

Bagian tubuh yang menjadi tempat pemasangan prostetik memiliki area yang sensitif terhadap tekanan. Oleh sebab itu, socket kaki prostetik perlu dirancang dengan memperhatikan distribusi tekanan agar dapat mengurangi risiko rasa sakit dan lecet.

Prinsip biomekanika juga diterapkan pada bagian telapak kaki. Struktur tersebut perlu mendukung gerakan selama gait cycle atau siklus berjalan.

Dengan demikian, desain kaki prostetik perlu menggabungkan aspek teknis dan kebutuhan pengguna. Pendekatan tersebut dapat membantu menghasilkan prostetik yang lebih nyaman dan memiliki fungsi yang sesuai.

Pengembangan Beberapa Alternatif Desain

Berdasarkan berbagai studi yang dilakukan, peneliti mengembangkan beberapa alternatif desain kaki prostetik.

Setiap alternatif dinilai berdasarkan tiga aspek utama, yaitu:

  1. Biomekanika, untuk melihat kemampuan desain dalam mendukung gerakan berjalan.
  2. Kapabilitas industri, untuk memastikan desain dapat dibuat oleh industri kecil.
  3. Usabilitas, untuk mengetahui kesesuaian desain dengan kebutuhan pengguna.

Salah satu alternatif menggunakan konsep endoskeletal yang relatif familiar bagi industri kaki palsu lokal. Desain tersebut juga memiliki socket berlapis yang berfungsi membantu mempertahankan bentuk struktur.

Alternatif lainnya menggunakan material yang sudah umum digunakan oleh industri kecil. Pendekatan ini mempermudah proses produksi. Namun, desain tersebut masih memiliki beberapa kekurangan, seperti ujung socket yang kurang nyaman dan struktur pylon yang terlalu tipis.

Sementara itu, alternatif ketiga menggunakan konsep spring effect pada telapak kaki. Konsep tersebut bertujuan membuat gerakan berjalan terlihat lebih alami. Namun, penerapannya membutuhkan material seperti carbon fiber dan HDPE yang relatif mahal serta kurang sesuai dengan kemampuan produksi industri kecil.

Desain yang Dipilih untuk Dikembangkan

Setelah melalui proses perbandingan, alternatif desain pertama dinilai memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan oleh industri kecil.

Pertimbangannya adalah desain tersebut lebih sesuai dengan kemampuan produksi industri lokal. Selain itu, desain tersebut masih dapat dikembangkan dengan mengambil beberapa keunggulan dari alternatif lainnya.

Pengembangan selanjutnya difokuskan pada bagian socket dan telapak kaki. Tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan, fungsi biomekanika, kestabilan, dan tampilan produk.

Konsep Desain yang Lebih Menarik

Penelitian ini tidak hanya memperhatikan fungsi, tetapi juga aspek estetika.

Konsep visual desain terinspirasi dari tema luar angkasa atau space. Pendekatan tersebut dipilih karena kaki prostetik modern tidak selalu harus dibuat menyerupai kaki manusia.

Sebaliknya, bentuk prostetik dapat dibuat lebih unik dan memiliki karakter tersendiri. Dengan tampilan yang menarik, pengguna diharapkan dapat merasa lebih percaya diri ketika menggunakan kaki prostetik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa prostetik dapat menjadi bagian dari identitas dan gaya pengguna, bukan sekadar alat untuk menyamarkan kondisi fisik.

Fitur pada Desain Akhir

Desain akhir dikembangkan dengan beberapa fitur tambahan untuk meningkatkan fungsi dan kenyamanan.

Salah satunya adalah belt pada bagian luar socket. Belt tersebut berfungsi membantu mengencangkan socket agar tidak mudah longgar karena material PVC dapat mengalami perubahan ukuran.

Pada bagian tumit ditambahkan struktur berbentuk huruf C yang berfungsi memberikan counter-force sekaligus membantu memperkuat struktur. Bagian tersebut menggunakan material plat baja.

Selanjutnya, bagian dalam socket diberi spons untuk meningkatkan kenyamanan dan membantu mengurangi risiko lecet selama masa adaptasi. Belt juga diberikan lapisan spons pada bagian dalam agar lebih nyaman dan tidak mudah bergeser ketika digunakan.

Pembuatan Prototype Kaki Prostetik

Sebelum prototype dibuat, peneliti melakukan eksperimen dan studi bentuk. Tahap ini bertujuan melihat bentuk produk dalam ukuran sebenarnya sekaligus mengevaluasi kemungkinan kinerjanya.

Studi bentuk terutama dilakukan pada bagian socket dan foot karena kedua bagian tersebut memiliki peran penting dalam siklus berjalan dan kenyamanan pengguna.

Setelah tahap tersebut selesai, proses pembuatan prototype dilakukan oleh Tuna Daksa Biru Mandiri.

Ukuran socket dibuat secara khusus karena kebutuhan setiap pengguna berbeda. Oleh karena itu, socket kaki prostetik tidak dapat menggunakan satu ukuran yang sama untuk semua orang.

Penyesuaian ukuran dilakukan agar kaki prostetik dapat digunakan dengan lebih nyaman ketika berjalan dan beraktivitas.

Cara Penggunaan Produk

Skenario penggunaan desain kaki prostetik yang dikembangkan meliputi beberapa tahap:

  1. Memasang karet untuk mengikat sabuk pada socket.
  2. Memasang belt pada socket.
  3. Memasang socket pada kaki.
  4. Memasang sabuk tambahan untuk menghubungkan kaki prostetik dengan bagian pinggang.
  5. Menggunakan kaki prostetik untuk berjalan dan melakukan aktivitas.

Dengan tahapan tersebut, desain diharapkan dapat digunakan secara praktis sesuai kebutuhan pengguna.

Potensi Industri Kaki Prostetik Lokal

Penelitian ini menunjukkan bahwa industri kecil kaki palsu di Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan prostetik low-cost yang lebih terjangkau.

Penggunaan material yang mudah diperoleh dan desain yang sesuai dengan kemampuan produksi lokal dapat membantu menekan biaya pembuatan. Selain itu, pengembangan produk dalam negeri juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap produk prostetik impor.

Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Kualitas, kenyamanan, fungsi, keamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pengguna juga perlu dipertimbangkan secara bersamaan.

Dengan pengembangan yang tepat, industri prostetik lokal berpotensi menyediakan kaki palsu yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518