Transtibial prosthesis atau kaki palsu bawah lutut merupakan salah satu alat bantu yang dapat membantu pasien amputasi meningkatkan mobilitas, aktivitas sehari-hari, dan kepercayaan diri. Selain menggantikan fungsi tungkai yang hilang, penggunaan prosthesis juga dapat membantu pasien beradaptasi dengan perubahan bentuk tubuh setelah amputasi.
Salah satu penelitian yang membahas manfaat transtibial prosthesis dilakukan oleh Nur Rachmat dan Faried Effendi Surono dari Jurusan Ortotik Prostetik, Poltekkes Kemenkes Surakarta. Penelitian tersebut diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Volume XII Nomor II pada September 2019 dengan judul “Gambaran Diri Pasien Amputasi Transtibial Akibat Kusta Setelah Menggunakan Transtibial Prosthesis dengan Komponen ICRC”.
Latar Belakang Amputasi dan Penggunaan Transtibial Prosthesis
Amputasi merupakan tindakan medis untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian ekstremitas ketika anggota tubuh sudah tidak dapat dipertahankan atau berisiko membahayakan kesehatan pasien.
Pada ekstremitas bawah, salah satu jenis amputasi yang dapat terjadi adalah amputasi transtibial, yaitu amputasi pada bagian tungkai bawah atau di bawah lutut. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu penyebab amputasi adalah kusta, yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit tersebut dapat menyerang kulit dan saraf sehingga pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada anggota tubuh.
Selain memengaruhi kemampuan bergerak, kehilangan tungkai juga dapat berdampak pada citra diri. Pasien dapat merasa berbeda dengan orang lain, kurang percaya diri, atau tidak nyaman ketika berada di lingkungan sosial.
Karena itu, transtibial prosthesis dapat menjadi salah satu pilihan rehabilitasi untuk membantu pasien mengembalikan fungsi gerak sekaligus beradaptasi dengan perubahan kondisi tubuh.
Apa Itu Transtibial Prosthesis Komponen ICRC?
Transtibial prosthesis adalah kaki palsu yang digunakan oleh seseorang yang mengalami amputasi di bawah lutut. Alat ini membantu menggantikan sebagian fungsi tungkai yang hilang sehingga pengguna dapat melakukan aktivitas dengan lebih mudah.
Dalam penelitian ini digunakan komponen yang dikembangkan oleh International Committee of the Red Cross (ICRC). Teknologi ICRC dirancang agar dapat digunakan di negara berkembang dan lingkungan dengan sumber daya yang terbatas.
Komponen tersebut memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
- Relatif terjangkau.
- Cukup tahan lama.
- Nyaman digunakan.
- Lebih mudah dirawat.
- Dapat dipelajari dan diperbaiki oleh teknisi.
- Dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
- Memenuhi kebutuhan penggunaan prostetik.
ICRC juga mengembangkan berbagai komponen prostetik dengan bahan yang relatif mudah diperoleh. Salah satunya adalah penggunaan material seperti polipropilena untuk pembuatan soket dan komponen prostetik.
Pada penelitian ini, pasien menggunakan transtibial prosthesis endoskeletal ICRC dengan soket PTB with cuff suspension dan kaki SACH foot.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tujuannya adalah memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai perubahan kondisi pasien setelah menggunakan prosthesis.
Subjek penelitian merupakan seorang pasien laki-laki yang mengalami amputasi transtibial akibat kusta.
Penelitian dilakukan melalui beberapa metode berikut:
- Wawancara, untuk mengetahui pengalaman dan persepsi pasien.
- Observasi, untuk melihat kondisi dan aktivitas pasien ketika menggunakan prosthesis.
- Perbandingan kondisi, terutama berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, mobilitas, dan citra diri sebelum serta setelah menggunakan prosthesis.
Dengan demikian, penelitian tidak hanya melihat kemampuan berjalan, tetapi juga memperhatikan perubahan yang dirasakan pasien setelah mendapatkan kaki palsu.
Kondisi Pasien Sebelum Menggunakan Kaki Palsu
Pasien mengalami kusta yang kemudian menyebabkan kerusakan pada tungkai bawah. Kondisi tersebut akhirnya membuat pasien menjalani amputasi pada kaki kiri di bawah lutut.
Setelah amputasi, pasien sempat mengalami tekanan psikologis karena kehilangan bagian tubuhnya. Meskipun memperoleh dukungan dari lingkungan sekitar, pasien terkadang masih merasa kurang nyaman ketika melihat kondisi tubuhnya.
Selain itu, kehilangan tungkai juga membatasi aktivitas pasien. Oleh sebab itu, pasien mendapatkan rehabilitasi dan pembuatan kaki palsu untuk membantu mengembalikan kemampuan bergeraknya.
Perubahan Setelah Menggunakan Transtibial Prosthesis
Hasil observasi menunjukkan adanya perubahan positif setelah pasien menggunakan transtibial prosthesis dengan komponen ICRC.
Pasien merasa memiliki kembali tungkai yang sebelumnya hilang. Kondisi tersebut membuat pasien menjadi lebih optimis ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Selain meningkatkan citra diri, penggunaan prosthesis juga membantu pasien melakukan aktivitas sehari-hari. Pasien dapat bekerja sebagai buruh dan melakukan hobinya, yaitu memancing.
Pasien juga menjalani latihan berjalan untuk menyesuaikan diri dengan kaki palsu. Setelah menjalani latihan, pola berjalan pasien dinilai cukup baik dan tidak menunjukkan penyimpangan yang berarti.
Kenyamanan dan Kemampuan Beraktivitas
Penggunaan prosthesis memberikan perubahan positif terhadap pengalaman pasien. Berdasarkan wawancara, pasien merasakan manfaat terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Kaki palsu membantu pasien merasa lebih aman dan stabil ketika berdiri maupun berjalan. Selain itu, pasien merasa lebih percaya diri karena bentuk tungkai yang sebelumnya hilang dapat digantikan dengan prosthesis.
Selanjutnya, latihan penggunaan prosthesis menjadi bagian penting dalam proses adaptasi. Pasien perlu belajar mengatur langkah, menjaga keseimbangan, serta merawat bagian tungkai yang tersisa atau stump.
Pasien juga perlu merawat stump secara rutin untuk mencegah lecet dan menjaga kebersihannya selama menggunakan prosthesis.
Dampak Transtibial Prosthesis terhadap Citra Diri
Salah satu temuan utama penelitian adalah adanya peningkatan citra diri pasien setelah menggunakan transtibial prosthesis.
Sebelum menggunakan kaki palsu, pasien terkadang membandingkan kondisi dirinya dengan orang lain. Setelah menggunakan prosthesis dan mendapatkan latihan, pasien menjadi lebih optimis dalam menjalani aktivitas.
Hal tersebut menunjukkan bahwa prosthesis tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu berjalan. Selain itu, kaki palsu dapat memberikan dampak psikologis dengan membantu pengguna merasa lebih percaya diri terhadap penampilan dan kemampuan fisiknya.
Dukungan dari teman, tenaga medis, dan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam proses penerimaan diri pasien.
Hasil Penelitian
Secara umum, penelitian menunjukkan beberapa hasil penting:
- Penggunaan transtibial prosthesis membantu meningkatkan citra diri pasien.
- Pasien merasa lebih nyaman melakukan aktivitas sehari-hari.
- Pasien menjadi lebih optimis ketika berada di luar rumah.
- Prosthesis membantu pasien melakukan pekerjaan dan aktivitas rekreasi.
- Pola berjalan pasien setelah latihan tergolong cukup baik.
- Pasien dapat beradaptasi dengan penggunaan kaki palsu.
- Perawatan stump tetap diperlukan untuk mencegah masalah akibat penggunaan prosthesis.
- Komponen ICRC dapat menjadi salah satu pilihan prosthesis yang lebih terjangkau bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Selain itu, penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan prosthesis dapat memberikan pengaruh positif terhadap kepercayaan diri pasien setelah amputasi.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
