Pendahuluan
Datuk Dr. Abd. Latiff bin Ahmad adalah seorang tokoh politik Malaysia yang dikenal karena dedikasinya dalam pembangunan desa dan perjuangan hak penyandang disabilitas. Meski hidup dengan keterbatasan fisik, beliau membuktikan bahwa seorang difabel mampu memimpin dengan kuat, empatik, dan inspiratif.
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Datuk Dr. Abd. Latiff lahir di Johor, Malaysia. Sejak muda, ia hidup dengan disabilitas fisik yang memengaruhi mobilitas. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk mengejar pendidikan tinggi dan berkarier dalam politik.
Beliau pernah menjabat sebagai:
- Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Khusus)
- Menteri Pembangunan Luar Bandar Malaysia
Dengan pengalaman panjang ini, karakter kepemimpinannya terbentuk: inklusif, tangguh, dan berpihak kepada rakyat.
Karier Politik dan Pengabdian
Dalam karier politiknya, Datuk Dr. Abd. Latiff bin Ahmad dikenal dengan gaya kepemimpinan yang humanis. Ia memperjuangkan pembangunan berbasis masyarakat, terutama untuk:
- Kawasan pedesaan,
- Komunitas rentan,
- Kaum difabel.
Selain itu, beliau aktif mendorong kebijakan tentang:
- Infrastruktur yang ramah disabilitas,
- Akses pendidikan setara,
- Lapangan pekerjaan inklusif.
Dengan demikian, kiprahnya menjadi teladan bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk berkontribusi.
Pandangan terhadap Disabilitas
Sebagai penyandang disabilitas yang mencapai posisi penting, beliau sering menekankan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat.
“Kita tidak dinilai dari kondisi tubuh kita, tetapi dari kontribusi yang kita berikan kepada masyarakat dan bangsa.”
Pernyataan ini mendorong perubahan persepsi: dari belas kasihan menjadi penghargaan atas potensi difabel.
Inspirasi dan Warisan
Warisan Datuk Dr. Abd. Latiff bin Ahmad adalah bukti bahwa inklusi sejati berawal dari keteladanan. Ia menginspirasi generasi muda, khususnya penyandang disabilitas, untuk:
- Terus berjuang,
- Bermimpi besar,
- Membuktikan kemampuan diri.
Dengan perjuangan itu, beliau dikenang sebagai simbol kekuatan dalam keterbatasan.
Kesimpulan
Kehidupan dan karier Datuk Dr. Abd. Latiff bin Ahmad menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk meraih kesuksesan. Melalui kepemimpinan inklusifnya, beliau telah meninggalkan warisan penting bagi politik Malaysia dan perjuangan hak difabel.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





