Ahmad Yunus Tanpa Kaki Pilih Jualan daripada Mengemis

Ahmad Yunus tanpa kaki pilih jualan daripada mengemis. Hidup itu senda gurau, memang terkadang senda gurau yang perlu perjuangan dan perlu diperjuangkan. Di tengah keterbatasan fisik, yakni tak memiliki dua kaki karena disabilitas bawaan sejak lahir. Ahmad Yunus dari Bandung Barat masih bisa menghidupi diri dan anak serta istrinya.

Ahmad Yunus, pria asal Tasikmalaya ini, berjualan di Kota Bandung dengan merangkak sambil menarik kotak berisi keripik goreng. Dia tinggal di Batujajar, Bandung Barat.

Pembuktian Pada Pak Dedi

Pada Minggu (24/01/2021) sore, Ahmad Yunus mengunjungi kediaman anggota DPR RI Dedi Mulyadi di Purwakarta. Ahmad Yunus mengatakan, kedatangannya hanya untuk membuktikan penyandang disabilitas tidak mesti mengemis atau meminta-minta. “Dia datang ke tempat saya, sengaja karena terinspirasi oleh kemarahan saya pada disabilitas karena meminta-minta.”

Dia hanya membuktikan bahwa disabilitas itu tidak mesti minta-minta,” kata Dedi. Diketahui, Dedi Mulyadi pernah memarahi satu keluarga pengemis karena kembali meminta-minta setelah mereka diberi bantuan, baik uang maupun pekerjaan.

Yang membuat Dedi marah adalah ada salah satu anggota keluarga pengemis itu yang masih muda namun pemalas. Setiap hari bangun siang sekitar pukul 08.00 WIB. Kemarahan Dedi itu diunggah dalam akun YouTube miliknya, Kang Dedi Mulyadi, dan viral. Menurut Dedi, Ahmad Yunus pernah menonton video YouTube itu.

Ia pun kemudian mengunjungi rumah Dedi di Purwakarta. Hanya untuk membuktikan bahwa orang disabilitas pun bisa mandiri asal bekerja dan berusaha. “Jadi saya punya kekaguman khusus pada Ahmad Yunus ini karena dalam keterbatasan yang sangat luar biasa. Dia memperlihatkan diri mampu melebihi orang normal,” kata Dedi. “Setiap orang asal mau berusaha pasti ada jalan. Dia punya istri dan 1 anak usia 3 bulan. Tapi dia mampu menghidupi mereka dengan berjualan keripik,” lanjut Dedi.

Penjualan Kripik Unik

Menurut Dedi, proses pejualan keripiknya terbilang unik. Ibu Ahmad Yunis membeli keripik di Tasikmalaya dari bandar. Lalu keripik itu dibungkus untuk dijual eceran. Setelah itu, keripik yang sudah dibungkus itu dititipkan di bus untuk dikirim ke Kota Bandung. Ahmad Yunus kemudian menjemputnya di terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, dengan menggunakan motor roda tiga.

Selanjutnya motor tersebut disimpan di terminal, sementara Ahmad Yunus berjualan keripik goreng dengan merangkak mengelilingi kota Bandung. “Dia keliling Kota Bandung dengan berjalan tanpa kaki menarik boks berisi keripik. Sementara motor disimpan di terminal,” katanya.

Dedi mengatakan, meski mengalami keterbatasan fisik, namun Ahmad Yunus bisa berjualan bahkan hingga sampai ke Klaten, Jawa Tengah.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).

Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :

1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.

2. Lolos Uji Kompetensi.

3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.

4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.

SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518

ipoedkakipalsu.com

Recent Post

Konsultasi Gratis

Silahkan hubungi kami di nomor berikut: 

081327721518