Organisasi Atletik Dunia menolak permohonan atlet penyandang disabilitas Amerika, Blake Leeper, untuk berlari dengan menggunakan alat bantu prostesis tertentu (RSP) sehingga atlet itu terancam tidak bisa ikut Olimpiade dan berbagai kejuaraan atletik internasional lainnya.
Organisasi itu mengatakan bahwa mekanis pasif bilah serat karbon elastis yang digunakan Leeper memberinya kelebihan panjang kaki 104 sentimeter dan tinggi badan ketika dia berdiri menjadi 184 sentimeter. Dengan demikian, Leeper mendapatkan keunggulan kompetitif dibandingkan atlet lain yang tidak menggunakan alat bantu semacam itu.
Atletik Dunia memiliki aturan tentang tinggi badan maksimum yang diijinkan (MASH) yang mencegah atlet penyandang disabilitas dari “kompensasi berlebihan karena ketiadaan anggota tubuhnya” dan regulasi tersebut diterapkan dalam kasus Leeper.
Keputusan itu berarti Leeper tidak dapat bersaing memakai RSP baru ini di berbagai event atletik internasional … atau Olimpiade, kata Organisasi Atletik Dunia dalam sebuah pernyataannya dan dilansir Reuters, Senin.





