Kehilangan Kaki Tidak Menghentikan Langkahnya
Anandan Gunasekaran lahir pada 18 Maret 1987 di Kumbakonam, Tamil Nadu, India. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan kegigihan luar biasa. Setiap pagi, ia mengayuh sepeda sejauh 15 kilometer untuk membantu keluarganya mengantarkan koran. Dari aktivitas ini, minatnya pada olahraga lari mulai tumbuh.
Ia sering mengikuti lomba lari tingkat sekolah hingga naik ke tingkat nasional. Pada tahun 2005, ia bergabung dengan Korps Teknik Tentara India (Madras Engineering Group) dan terus mengasah bakat atletiknya.
Namun, tragedi besar menimpanya pada tahun 2008. Saat bertugas di Line of Control di Kashmir, ia menginjak ranjau darat. Ledakan itu membuat kaki kirinya harus diamputasi di bawah lutut. Meski begitu, ia tidak menyerah. Hanya enam bulan setelah operasi, ia sudah mulai berlari kembali dengan kaki prostetik.
Transisi ini tidak mudah, tetapi Anandan membuktikan kemampuannya. Ia berhasil menyelesaikan lomba Mumbai Marathon kategori difabel sejauh 2,5 kilometer dalam waktu kurang dari 10 menit. Prestasi ini luar biasa mengingat ia baru saja mengalami amputasi.
Mewakili India dan Memecahkan Rekor Asia
Setelah pulih, karier Anandan di dunia paralimpiade berkembang pesat. Ia menjadi pelari cepat kelas dunia di kategori T64, khusus untuk atlet dengan amputasi kaki bawah.
Pada World Military Games 2019 di Wuhan, China, ia meraih tiga medali emas di nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Prestasi ini menegaskan dominasinya di lintasan.
Selain itu, Anandan dua kali memecahkan rekor Asia nomor 400 meter. Pertama pada 2016 dengan catatan waktu 54,67 detik, lalu memperbaikinya pada 2018 menjadi 52,66 detik.
Di Asian Para Games 2018 di Jakarta, ia meraih medali perak pada nomor 400 meter dan perunggu pada nomor 200 meter. Prestasi tersebut menambah daftar panjang keberhasilannya sebagai salah satu atlet difabel terbaik India.
Kini, Anandan berlatih di Army Sports Institute Pune dan mendapat dukungan penuh dari GoSports Foundation melalui program Para Champions. Kisahnya menjadi bukti bahwa dedikasi, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu mengalahkan keterbatasan fisik serta membawa seseorang ke panggung dunia.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





