Profil Singkat Atsushi Yamamoto
Atsushi Yamamoto lahir pada 19 April 1982 di Kakegawa, Prefektur Shizuoka, Jepang. Ia adalah atlet Para Athletics kategori T42. Saat SMA, ia kehilangan kaki kiri di atas lutut akibat kecelakaan sepeda motor. Namun, kondisi itu tidak menghentikan semangatnya. Dengan ketekunan, ia berhasil menjadi salah satu atlet para paling terkenal dari Jepang.
Prestasi Internasional di Atletik
Medali di Paralympic Games
Kariernya mulai menanjak di Paralimpiade Beijing 2008, ketika Yamamoto meraih medali perak long jump. Prestasi ini menjadikannya atlet Jepang pertama yang meraih medali menggunakan kaki prostetik. Kemudian, di Rio 2016, ia kembali mempersembahkan perak dalam nomor long jump T42.
Rekor di Kejuaraan Dunia
Selain itu, ia juga mencetak sejarah di beberapa ajang dunia:
- Kejuaraan Dunia IPC 2011 (Christchurch): Lompatan 5,93 m (rekor Asia), meraih perunggu long jump dan perunggu sprint 100 m T42.
- Kejuaraan Dunia IPC 2015 (Doha): Medali emas long jump T42 dengan catatan 6,29 m, yang juga menjadi rekor Asia.
Tidak hanya itu, Yamamoto juga tampil di nomor sprint 100 m, 200 m, dan estafet, berulang kali menjadi juara di ajang Asian Para Games maupun World Grand Prix.
Tantangan Baru: Snowboarding
Menariknya, Yamamoto tidak hanya berkarier di atletik. Ia juga mewakili Jepang di Paralimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018, bersaing di cabang snowboard cross dan banked slalom (kategori SB-LL1). Hal ini menunjukkan keberaniannya mencoba cabang olahraga baru meskipun bukan spesialisasi awalnya.
Filosofi dan Semangat
Menurut Atsushi Yamamoto, prostetik bukan sekadar alat bantu, tetapi bagian dari dirinya. Ia belajar menggunakannya layaknya pegas, sehingga mampu berlari dan melompat dengan teknik yang unik.
Menariknya, Yamamoto justru tidak terlalu menyukai latihan lompat jauh di pasir. Sebagai gantinya, ia fokus meningkatkan kecepatan sprint, karena ia percaya lompatan terbaik berasal dari kecepatan lari tinggi.
Selain menjadi atlet, Yamamoto juga bekerja sebagai prostetis bersertifikat. Ia membantu merancang dan menyesuaikan prostetik bagi atlet lain, memperkuat hubungan antara manusia dan teknologi olahraga.
Pensiun dan Peran Baru
Setelah 22 tahun berkarier, Yamamoto mengumumkan pensiun pada Mei 2024. Ia menutup kariernya dengan finis kelima di Kejuaraan Dunia. Meski sudah pensiun, ia tetap aktif sebagai pelatih dan mentor, membina talenta muda di Jepang agar bisa berkompetisi di panggung dunia.
Warisan dan Inspirasi
Atsushi Yamamoto adalah simbol ketangguhan, inovasi, dan sportivitas. Perjalanannya membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi prestasi. Ia telah menginspirasi banyak orang, baik di Jepang maupun dunia, bahwa olahraga para adalah wujud semangat hidup tanpa batas.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





