Beatrice “Bebe” Maria Vio merupakan atlet anggar kursi roda asal Italia yang dikenal karena prestasinya di dunia olahraga. Kisah Bebe Vio menjadi bukti bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengejar impian.
Lahir di Venesia dan tumbuh di Mogliano Veneto, Italia, Bebe mulai mengenal anggar sejak berusia lima tahun. Namun, perjalanan hidupnya berubah ketika ia mengalami penyakit serius saat masih berusia 11 tahun.
Kehilangan Tangan dan Kaki di Usia 11 Tahun
Pada usia 11 tahun, Bebe Vio mengalami meningitis parah. Penyakit tersebut menyebabkan kedua tangan dan kakinya harus diamputasi. Ia juga mengalami sejumlah bekas luka di wajah dan tubuh.
Setelah menjalani sekitar tiga bulan rehabilitasi intensif, Bebe mulai berusaha kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Dengan bantuan prostesis yang dirancang khusus, ia juga ingin kembali melakukan olahraga yang sudah dicintainya sejak kecil.
Bebe kemudian mendatangi pusat prostetik dan menyampaikan keinginannya untuk kembali berlatih anggar. Para profesional di sana memperkenalkannya pada anggar kursi roda.
Awalnya, Bebe tidak memahami dunia olahraga disabilitas. Ia bahkan mengaku tidak ingin mencoba anggar kursi roda karena menganggap olahraga tersebut hanya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Seiring waktu, pandangannya berubah. Bebe mulai mengenal dunia Paralimpiade dan menemukan kesempatan baru untuk melanjutkan kariernya sebagai atlet.
Memulai Karier di Anggar Kursi Roda
Perjalanan Bebe di anggar kursi roda mendapat dukungan dari dua pelatihnya, Federica Berton dan Alice Esposito. Pada 2010, keduanya mendorong Bebe untuk mengikuti kompetisi anggar kursi roda pertamanya.
Bebe kemudian mencatat sejarah sebagai atlet pertama di dunia yang bertanding dalam anggar menggunakan lengan prostetik.
Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Namun, kerja keras, latihan, dan dukungan orang-orang di sekitarnya membantu Bebe berkembang menjadi salah satu atlet anggar kursi roda yang terkenal.
Berbagai Prestasi Bebe Vio
Meski masih muda, Bebe Vio berhasil meraih berbagai penghargaan dalam kariernya.
Pada 2011, ia memenangkan Kejuaraan Italia U-20. Setelah itu, Bebe kembali meraih gelar juara umum dalam dua tahun berikutnya.
Prestasinya terus berlanjut. Pada Kejuaraan Eropa di Strasbourg pada 2014, Bebe meraih dua medali emas. Ia memenangkan nomor individu sekaligus beregu.
Pada tahun yang sama, ia juga meraih medali emas di Piala Dunia U-17 di Warsawa.
Setahun kemudian, Bebe kembali meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2015 di Eger. Pada 2016, ia juga memenangkan medali emas individu di Kejuaraan Eropa yang digelar di Casale Monferrato.
Puncak kariernya datang di Paralimpiade Rio 2016. Bebe berhasil memenangkan medali emas setelah mengalahkan Zhou Jingjing dari Tiongkok dalam pertandingan final.
Kemenangan tersebut membuat namanya semakin dikenal oleh publik internasional.
Bebe Vio dan Perjuangan untuk Penyandang Disabilitas
Perjalanan Bebe Vio tidak hanya memberikan inspirasi melalui prestasi olahraga. Ia juga aktif mendukung kesempatan berolahraga bagi anak muda penyandang amputasi.
Keluarganya kemudian mendirikan organisasi nirlaba Art4sport Onlus. Organisasi tersebut bertujuan membantu anak muda penyandang amputasi agar dapat mengenal dan mengembangkan kemampuan mereka melalui olahraga.
Bagi Bebe, olahraga menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan diri dan melihat kemampuan seseorang, bukan hanya keterbatasannya.
Aktif dalam Kampanye Kesehatan
Selain olahraga, Bebe Vio juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia turut mendukung kampanye vaksinasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai meningitis.
Bebe bahkan pernah berkolaborasi dengan fotografer Australia Anne Geddes dalam sebuah proyek yang berkaitan dengan kampanye tersebut.
Aktivitas sosialnya membuat Bebe tidak hanya dikenal sebagai atlet, tetapi juga sebagai sosok yang aktif menyuarakan isu kesehatan dan disabilitas.
Mendapat Undangan ke Gedung Putih
Popularitas Bebe Vio juga membawanya ke panggung internasional di luar dunia olahraga.
Ia pernah menjadi salah satu tamu kehormatan dalam delegasi pemerintah Italia yang menghadiri makan malam resmi di Gedung Putih pada masa pemerintahan Barack Obama.
Ketika pertama kali menerima undangan tersebut, Bebe bahkan mengira undangan itu merupakan lelucon dari acara televisi Italia “Scherzi a parte”.
Momen tersebut menunjukkan betapa cepatnya perjalanan Bebe berubah. Dari seorang anak yang harus menghadapi kehilangan anggota tubuh, ia kemudian menjadi atlet yang mendapat perhatian hingga tingkat internasional.
Tetap Percaya Diri dengan Humor
Salah satu hal yang membuat Bebe Vio disukai banyak orang adalah kepribadiannya yang ceria dan kemampuannya menertawakan dirinya sendiri.
Ia sering menggunakan humor untuk berbicara mengenai kehidupan dan pengalaman sebagai penyandang disabilitas. Sikap tersebut membuat Bebe terlihat semakin dekat dengan publik.
Salah satu unggahannya di media sosial bahkan memperlihatkan dirinya menggunakan prostesis sambil bercanda mengenai dirinya sebagai “tongkat selfie”.
Humor tersebut bukan sekadar hiburan. Bagi Bebe, sikap positif menjadi salah satu cara untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya.
Bebe Vio Menjadi Simbol Semangat
Kisah Bebe Vio menunjukkan bahwa perjalanan hidup seseorang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, keterbatasan tidak harus menghentikan seseorang untuk mengejar apa yang disukai.
Dari seorang anak yang mengalami meningitis parah, Bebe tumbuh menjadi atlet anggar kursi roda dengan berbagai prestasi internasional. Ia juga menggunakan pengalamannya untuk membantu dan menginspirasi anak muda penyandang amputasi.
Perjalanan Bebe menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berkembang. Yang terpenting bukan hanya melihat keterbatasan, tetapi juga menemukan kesempatan untuk terus bergerak maju.
Bebe Vio telah membuktikan bahwa disabilitas bukan akhir dari sebuah perjalanan. Dengan dukungan, kesempatan, latihan, dan semangat, seseorang tetap dapat mencapai prestasi yang luar biasa.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
