Kecelakaan Tragis yang Mengubah Hidup
Pada usia 27 tahun, hidup Claudio De Vivo berubah drastis. Ia mengalami kecelakaan kerja yang berakibat pada amputasi kaki kirinya. Peristiwa tragis ini tidak hanya melukai fisiknya, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan emosionalnya.
Claudio sempat jatuh dalam depresi berat, menarik diri dari kehidupan sosial, dan berat badannya meningkat hingga 130 kilogram. Namun, titik terang muncul ketika ia bertemu Davide Melis, seorang atlet paralimpiade. Pertemuan itu memberinya motivasi untuk bangkit kembali.
Awal Baru Lewat Dunia Olahraga
Berkat dukungan dari Centro Protesi INAIL di Budrio, Claudio menerima prostetik khusus untuk berlari. Langkah ini, baik secara harfiah maupun simbolis, menjadi awal baru dalam hidupnya.
Sejak itu, ia mulai menekuni olahraga. Selain membantu pemulihan fisik, aktivitas ini juga mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang. Karena itu, olahraga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemulihannya.
Menjadi Atlet Tangguh
Dengan tekad kuat, Claudio melatih diri secara serius. Ia berhasil memecahkan rekor Italia untuk lari 800 meter dan 1.500 meter di kategori paralimpiade.
Di bawah bimbingan pelatih Domenico Picardi, ia berlatih lima kali seminggu. Konsistensi ini menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras bisa menghasilkan pencapaian luar biasa.
Memperluas Tantangan dan Memberi Inspirasi
Tak berhenti di atletik, sejak 2023 Claudio juga menekuni paratriathlon. Ini adalah olahraga adaptif yang memadukan lari, bersepeda, dan renang—tantangan yang semakin mengasah kemampuan fisik dan mentalnya.
Di luar arena, ia aktif berbicara di sekolah dan komunitas. Ia ingin menunjukkan kepada banyak orang, terutama mereka yang hidup dengan disabilitas, bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.
Melalui kampanye Sport senza barriere dari INAIL, kisah Claudio menjadi simbol harapan, ketekunan, dan pembuktian bahwa hidup tetap bermakna, bahkan setelah kehilangan besar.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
- Lolos Uji Kompetensi.
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





