Puji Sumartono adalah mantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berhasil bangkit setelah kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan. Setelah menjalani masa pemulihan dan rehabilitasi, Puji menemukan semangat baru melalui olahraga tenis kursi roda.
Perjalanannya tidak berhenti setelah amputasi. Dengan dukungan keluarga, lingkungan kerja, dan Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Pusrehab Kemhan), Puji kembali aktif menjalani kehidupan. Bahkan, ia berhasil menjadi atlet tenis paralimpik dan mengharumkan nama Indonesia dalam berbagai kompetisi.
Kecelakaan Membuat Kaki Puji Harus Diamputasi
Pada September 2007, kehidupan Puji Sumartono berubah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu, ia baru selesai mengantar Wakil Presiden Jusuf Kalla ke kantor dinas.
Ketika sedang mengendarai sepeda motor, Puji ditabrak sebuah bus dari belakang. Ia kemudian terjatuh dan kaki kanannya terlindas roda bus.
Meskipun mengalami cedera berat, Puji tetap dalam kondisi sadar ketika mendapatkan pertolongan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Namun, kondisi kaki kanannya tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Setelah dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto, Puji menjalani amputasi pada kaki kanannya.
Masa Sulit Setelah Amputasi
Setelah menjalani amputasi, Puji membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi fisiknya. Ia juga harus menjalani pemulihan yang cukup panjang sebelum dapat kembali menjalankan aktivitas.
Selama lebih dari satu tahun, Puji menjalani masa pemulihan fisik dan vakum dari kedinasan. Setelah kembali ke rumah, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri secara mental.
Pada masa tersebut, dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi sangat penting. Istri serta rekan-rekan Puji terus memberikan semangat agar ia perlahan dapat kembali menjalani kehidupan.
Namun, perubahan mulai terjadi ketika Paspampres mengarahkan Puji untuk mengikuti program rehabilitasi di Pusrehab Kemhan.
Pusrehab Kemhan Membantu Puji Bangkit
Pada Januari 2010, Puji mulai mengikuti program rehabilitasi di Pusrehab Kemhan. Awalnya, ia tidak terlalu yakin untuk mengikuti program tersebut.
Akan tetapi, setelah menjalaninya, Puji merasakan perubahan yang besar. Ia bertemu dengan anggota TNI penyandang disabilitas dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut membuatnya menyadari bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi perubahan hidup.
Selain itu, Pusrehab memberikan dukungan dalam berbagai bidang. Puji mendapatkan pendampingan medis, sosial, dan vokasional yang membantunya membangun kembali kepercayaan diri.
Perlahan, ia mulai kembali bersosialisasi dan menjalani berbagai aktivitas.
Menemukan Semangat Baru Lewat Tenis Kursi Roda
Salah satu kegiatan yang paling berpengaruh dalam perjalanan Puji adalah olahraga tenis kursi roda. Ia mulai menekuni olahraga tersebut selama menjalani rehabilitasi di Pusrehab.
Selain mendapatkan latihan, Puji juga memperoleh dukungan berupa kaki prostetik. Dengan fasilitas dan pendampingan yang tersedia, ia semakin serius mengembangkan kemampuannya sebagai atlet.
Menurut Puji, olahraga tenis membantunya mendapatkan kembali semangat dan rasa percaya diri. Bahkan, prestasi di bidang olahraga kemudian membuka kesempatan baru dalam perjalanan kariernya.
Puji Sumartono Meraih Prestasi di Kompetisi Nasional dan Internasional
Kerja keras Puji sebagai atlet akhirnya membuahkan hasil. Pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2018, ia berhasil meraih empat medali emas.
Tidak berhenti di tingkat daerah, Puji juga mengikuti berbagai kompetisi internasional. Dalam Tennis Wheelchair Bangkok Cup 2018, ia berhasil memperoleh satu medali emas dan satu medali perak.
Selain itu, Puji pernah mengikuti sejumlah turnamen internasional lainnya. Beberapa di antaranya adalah Malaysia Open, Korea Open, dan Sri Lanka Open.
Prestasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Puji setelah sebelumnya harus beradaptasi dengan kehidupan setelah amputasi.
Membela Indonesia di Asian Para Games 2018
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Puji adalah ketika ia mendapat kesempatan membela Indonesia dalam Asian Para Games 2018.
Meskipun belum berhasil membawa pulang medali dari ajang tersebut, kesempatan untuk bertanding dengan membawa nama Indonesia menjadi pengalaman yang sangat berarti baginya.
Bagi Puji, menjadi atlet bukan hanya tentang memenangkan pertandingan. Kesempatan untuk mewakili Indonesia juga menjadi bentuk pencapaian setelah melewati berbagai tantangan dalam hidupnya.
Aktif di NPCI Jawa Barat
Kecintaannya terhadap tenis paralimpik juga membuat Puji aktif dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat.
Melalui organisasi tersebut, ia dapat bertemu dengan banyak atlet paralimpik dari berbagai latar belakang. Selain itu, pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan vokasional di Pusrehab juga dapat dibagikan kepada rekan-rekannya.
Dengan demikian, perjalanan Puji tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi. Ia juga terus belajar dan berbagi pengalaman dengan komunitas atlet penyandang disabilitas.
Rehabilitasi Vokasional Membuka Keterampilan Baru
Selain olahraga, Puji mengikuti program rehabilitasi vokasional di bidang teknik komputer. Jurusan tersebut dipilih berdasarkan hasil tes minat dan bakat yang dilakukannya.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada Puji untuk mengembangkan keterampilan di luar olahraga. Bahkan, hingga kini ia masih terus mengembangkan kemampuan teknik komputer tersebut.
Pusrehab Kemhan sendiri menyediakan berbagai program keterampilan bagi peserta rehabilitasi. Program tersebut mencakup bidang seperti teknik komputer, elektronika, desain grafis, fotografi, tata boga, hingga otomotif.
Dengan adanya pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemulihan secara medis. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian.
Pusrehab Mendukung Kemandirian Penyandang Disabilitas
Pusrehab Kemhan menyediakan program rehabilitasi terpadu bagi personel TNI dan PNS Kementerian Pertahanan yang mengalami disabilitas.
Program tersebut mencakup beberapa aspek, mulai dari rehabilitasi medis, sosial, hingga vokasional. Tujuannya adalah membantu peserta agar dapat kembali menjalankan kehidupan secara mandiri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Selain rehabilitasi vokasional, terdapat pula program Return to Combat bagi personel TNI penyandang disabilitas. Program tersebut mencakup rehabilitasi medis dan psikologis untuk membantu peserta mempersiapkan diri kembali menjalankan tugas sesuai dengan kondisi masing-masing.
Berbagai fasilitas juga digunakan dalam proses rehabilitasi, termasuk teknologi untuk membantu latihan keseimbangan dan kemampuan berjalan.
Dari Amputasi Menuju Prestasi
Kisah Puji Sumartono menunjukkan bahwa amputasi tidak harus menjadi akhir dari perjalanan seseorang. Setelah mengalami kecelakaan berat pada 2007, ia membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dan beradaptasi dengan kondisi baru.
Namun, dukungan keluarga, lingkungan, rehabilitasi, dan olahraga membantunya menemukan kembali kepercayaan diri. Dari tenis kursi roda, Puji kemudian berkembang menjadi atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Ia berhasil meraih sejumlah medali, mengikuti berbagai kompetisi internasional, dan bahkan mendapat kesempatan membela Indonesia di Asian Para Games 2018.
Kini, selain terus aktif dalam berbagai kegiatan, Puji juga mengembangkan keterampilan teknik komputer dan menekuni hobinya. Perjalanannya menjadi contoh bahwa kesempatan untuk berkembang tetap terbuka setelah seseorang mengalami perubahan besar dalam hidup.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
