Teknologi 3D semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu pembuatan alat bantu bagi penyandang disabilitas. Salah satu penerapannya adalah desain 3D kaki palsu yang dapat membantu menghasilkan prosthesis sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional yang dilakukan oleh Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC), Yayasan Harapanku, dan SRC Holland. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan desain 3D kaki palsu menggunakan Blender sebagai penunjang proses pembuatan prosthesis.
Latar Belakang
Kehilangan anggota tubuh dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kaki palsu menjadi salah satu alat bantu yang dapat mendukung mobilitas dan membantu pengguna menjalani aktivitas secara lebih mandiri.
Namun, setiap pengguna memiliki kondisi tubuh dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pembuatan kaki palsu membutuhkan desain yang tepat, baik dari segi ukuran, bentuk, fungsi, maupun kenyamanan.
Untuk mengatasi kebutuhan tersebut, teknologi desain 3D dapat digunakan sebagai tahap perencanaan sebelum prosthesis diproduksi. Melalui model digital, bentuk kaki palsu dapat divisualisasikan dan disesuaikan terlebih dahulu.
Dalam kegiatan ini, UCIC bekerja sama dengan Yayasan Harapanku dan SRC Holland, sebuah organisasi dari Belanda yang turut memberikan dukungan berupa alat bantu gerak bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi dan ketepatan proses pembuatan kaki palsu melalui pemanfaatan teknologi 3D.
Tujuan Pembuatan Desain 3D Kaki Palsu
Kegiatan pembuatan desain 3D kaki palsu memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
- Membuat model 3D kaki palsu menggunakan Blender.
- Menyesuaikan desain dengan kebutuhan anatomis dan fungsional pengguna.
- Membantu proses pembuatan prosthesis agar lebih terarah dan efisien.
- Memberikan gambaran visual kaki palsu sebelum proses produksi.
- Membantu meningkatkan ketepatan desain prosthesis.
- Mendukung pengembangan teknologi prostetik bagi penyandang disabilitas.
Dengan demikian, desain 3D dapat menjadi acuan awal bagi tim pembuat kaki palsu untuk melakukan penyesuaian sebelum produk diterapkan kepada pengguna.
Kolaborasi UCIC, Yayasan Harapanku, dan SRC Holland
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan beberapa pihak yang memiliki peran berbeda tetapi saling mendukung. Universitas Catur Insan Cendekia berperan dalam pengembangan desain 3D, sedangkan Yayasan Harapanku menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, SRC Holland memberikan dukungan dalam kegiatan pembuatan alat bantu gerak bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses desain dan pembuatan kaki palsu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan pengguna.
Kegiatan dilaksanakan di Yayasan HarapanKu, Jalan Pekalangan No. 74, Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Tahapan Pembuatan Desain 3D Kaki Palsu
Proses pembuatan desain dilakukan melalui beberapa tahapan. Setiap tahapan memiliki fungsi penting untuk menghasilkan model yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan prosthesis.
1. Analisis Kebutuhan Pengguna
Tahap pertama adalah menganalisis kebutuhan pengguna. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:
- Bentuk dan ukuran tubuh.
- Kondisi anatomis pengguna.
- Fungsi kaki palsu.
- Kenyamanan pengguna.
- Aspek estetika.
- Kebutuhan khusus pengguna.
Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan bentuk dan struktur kaki palsu.
2. Pembuatan Sketsa
Setelah kebutuhan pengguna dianalisis, tim membuat sketsa awal kaki palsu. Sketsa berfungsi sebagai gambaran dasar sebelum dikembangkan menjadi model tiga dimensi.
Selain itu, tahap ini memberikan kesempatan bagi tim untuk mendiskusikan bentuk dan struktur prosthesis sebelum masuk ke proses pemodelan menggunakan Blender.
3. Pemodelan 3D Menggunakan Blender
Selanjutnya, sketsa yang telah disepakati dikembangkan menjadi model tiga dimensi menggunakan Blender.
Setiap bagian kaki palsu dibuat sebagai objek 3D sehingga bentuk dan strukturnya dapat divisualisasikan dengan lebih jelas. Proses pemodelan dilakukan melalui beberapa penyesuaian hingga menghasilkan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
4. Texturing dan Pemberian Material
Setelah bentuk model selesai, dilakukan proses texturing untuk memberikan tampilan material dan warna pada model 3D.
Tahap ini membantu membedakan berbagai bagian kaki palsu. Misalnya, bagian tertentu dapat dibuat menyerupai warna kulit, sedangkan bagian penahan dapat diberikan tampilan seperti material logam.
Dengan demikian, model 3D menjadi lebih mudah dipahami oleh pengguna maupun tim yang terlibat dalam pembuatan prosthesis.
5. Evaluasi dan Penyesuaian
Desain yang telah dibuat kemudian dievaluasi berdasarkan kebutuhan pengguna dan masukan dari pihak yang terlibat.
Tahap evaluasi sangat penting karena kondisi fisik setiap pengguna berbeda. Oleh sebab itu, desain digital perlu disesuaikan agar dapat memberikan hasil yang lebih tepat ketika diterapkan pada pengguna.
Hasil Implementasi Desain 3D
Hasil kegiatan berupa model 3D kaki palsu yang dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembuatan prosthesis.
Model tersebut memberikan gambaran visual mengenai bentuk kaki palsu sebelum diproduksi. Dengan adanya model tiga dimensi, komunikasi antara tim pembuat, mitra, dan pengguna juga menjadi lebih mudah.
Namun, ketika desain diterapkan kepada pengguna, ditemukan kebutuhan untuk melakukan perubahan pada bagian penahan kaki palsu. Bagian tersebut dibuat lebih ramping agar dapat menyesuaikan dengan kondisi pengguna.
Meskipun terdapat perubahan saat implementasi, desain 3D yang telah dibuat tetap dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan desain kaki palsu berikutnya.
Manfaat Teknologi 3D untuk Pembuatan Prosthesis
Pemanfaatan desain 3D memberikan sejumlah manfaat dalam proses pembuatan kaki palsu.
Mempermudah Visualisasi
Model 3D memungkinkan bentuk dan struktur kaki palsu dilihat sebelum proses produksi dilakukan. Dengan begitu, kesesuaian desain dapat diperiksa lebih awal.
Membantu Penyesuaian Desain
Perubahan bentuk atau ukuran dapat dilakukan pada model digital terlebih dahulu. Oleh karena itu, penyesuaian dapat dilakukan sebelum desain diterapkan pada produk fisik.
Meningkatkan Efisiensi Proses
Desain digital yang telah disiapkan dapat menjadi acuan bagi tim dalam proses pembuatan prosthesis. Hal ini membuat proses perencanaan menjadi lebih terarah.
Mempermudah Komunikasi
Model 3D dapat digunakan untuk menjelaskan bentuk dan rancangan kaki palsu kepada pengguna, tim pembuat, maupun pihak terkait.
Mendukung Desain yang Lebih Personal
Setiap pengguna memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, desain 3D dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Hasil Evaluasi Kegiatan
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan desain 3D membantu meningkatkan pemahaman mengenai proses pembuatan kaki palsu. Selain itu, teknologi 3D memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bentuk prosthesis sebelum proses produksi dilakukan.
Dengan adanya model digital, proses penyesuaian desain juga dapat dilakukan dengan lebih mudah. Hal tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi 3D berpotensi mendukung proses pembuatan kaki palsu agar lebih terarah, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan individu.
Selain menghasilkan model 3D, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi sosial, dan mitra internasional dalam mengembangkan solusi teknologi bagi penyandang disabilitas.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
