Difabel satu kaki, Massa, 44 tahun, terbiasa mengenakan celana pendek setiap kali mengayuh sepeda. Lantaran bercelana pendek, kaki kanannya yang berupa kaki palsu pun terlihat.
Cegatan demi cegatan itu berbuah berkah bagi Massa. Dia memanfaatkannya sebagai sarana edukasi kepada publik tentang disabilitas, khususnya yang dia alami. “Niat saya berkampanye. Mungkin jalannya melalui sepeda,” kata Sekretaris Komunitas Bike to Work itu.
Massa menggunakan kaki palsu setelah kaki kanannya diamputasi di atas lutut akibat kecelakaan sepeda motor pada 2014. Massa syok hingga muncul penyesalan atas kondisi disabilitas yang dialami. Dia tak memungkiri, penyesalan itu masih acapkali timbul tenggelam sampai sekarang. Meski begitu, ada satu keyakinan yang membuatnya bangkit dan bisa menerima disabilitas sebagai identitasnya.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional.
George H. Sutton: Kisah Inspiratif Sang Juara Biliar Tanpa Lengan
George H. Sutton: Awal Kehidupan Tanpa Kedua Lengan George H. Sutton lahir pada tahun 1870 di Urbana, Illinois, Amerika Serikat, tanpa kedua lengan....




