Dwi Putra Mulyono Jati Ia biasa disapa Pak Wi. Tak hanya karya lukisnya yang dipamerkan, tapi juga karya tulisnya pada puluhan lembar kertas manila dapat ditata apik disana. Sebagian besar juga lukisan yang ditulisi kata-kata yang sama antar satu karya dengan karya lainnya. Tulisan ibu, adik, nowo, wening, soto babi, sekolah, alu-alun, Bandung, teteh, Jakarta, Yogyakarta, ditulis berulang-ulang pada beberapa karya.
Dwi Putra Mulyono Jati, ialah nama panjang Pak Wi. Lahir di Yogyakarta pada 10 Oktober 1963. Saat kelas 3 Sekolah Dasar, Pak Wi kecil mengalami hambatan pendengaran. Karenanya proses belajar menjadi terganggu. Ia tidak naik kelas dan harus mengulang. Ternyata di tahun berikutnya, ia tidak naik kelas lagi. Pihak sekolah menyarankan agar Pak Wi berpindah ke sekolah luar biasa (SLB) khusus Tuli.
Pak Wi, dengan segala kondisi yang menyertai, bukan tak bisa apa-apa. Dia mulai berkarya sejak 36 tahun usianya. Ratusan karya yang dibuat sejak tahun 2000 itu, tak hanya menggunakan cat warna dan kanvas saja. Berbagai media digunakan sebagai bahan melukisnya. Ada batu arang, tanah liat yang dibentuk dan ditempel pada papan dan diwarnai, juga kertas dengan berbagai bahan pewarna lain.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP). Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2.Lolos Uji Kompetensi.
3.Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4.Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518





