Dengan tiga medali emas di Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Timur, Eifie membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Tekadnya untuk tampil di Asian Games menjadi bukti bahwa keterbatasan bisa berubah menjadi motivasi besar. “Saya ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa menghasilkan karya dan prestasi yang membanggakan,” ungkap atlet yang terus berjuang demi keluarga dan daerahnya.
Selain itu, semangat juang Eifie memperlihatkan betapa pentingnya dukungan lingkungan sekitar. Keluarga, pelatih, dan komunitas olahraga disabilitas selalu hadir memberi semangat. Setiap dorongan kecil yang ia terima menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Ia percaya prestasi tidak hanya milik individu, tetapi juga lahir dari kerja keras dan doa bersama.
Ke depan, Eifie bertekad untuk terus meningkatkan performa dan mengejar prestasi di tingkat internasional. Ia ingin membuktikan bahwa atlet disabilitas Indonesia mampu bersaing di kancah dunia. Lebih jauh lagi, Eifie berharap warisan terbesarnya bukan sekadar medali, melainkan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan tidak menyerah pada keadaan.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





