Gusti Ayu Resia Iswaria tidak menyangka bisa menari di hadapan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan para delegasi perwakilan dari negara-negara ASEAN. Meski seorang penyandangan disabilitas, Resia tetap berlatih secara keras dan gigih sehingga bisa menjadi seorang penari. Anak perempuan yang biasa disapa Gek Resia itu merupakan satu dari 10 penari yang tampil dalam opening ceremony The ASEAN High Level Forum ( AHLF ) on Enabling Disability.
Gek Resia dan 9 temannya menampilkan tarian dari Bali bersama sang guru Kadek Astini. Dia mengaku sangat deg-degan saat akan menari di hadapan Mensos Risma dan para delegasi ASEAN. Anak perempuan berusia 10 tahun itu sudah 6 tahun bergabung dengan sanggar Tari Bhakti Marga. Bergabungnya Reisa ke sanggar tersebut karena dirinya diajak oleh sang kakak. Saat tiba di lokasi, Gek Resia kagum ketika melihat pelatih sanggar tari sedang melatih anak-anak yang hadir.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
1.Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





