ITAP Teknologi Kaki Palsu yang Menyatu dengan Tulang, Ini Cara Kerjanya

Teknologi prostetik terus berkembang untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang amputasi. Salah satu inovasi terbaru adalah ITAP teknologi kaki palsu, sebuah sistem prostetik yang dirancang agar dapat terhubung langsung dengan tulang manusia. Teknologi ini dikembangkan oleh para peneliti dari University College London (UCL).

Berbeda dengan kaki palsu konvensional yang menggunakan socket atau wadah plastik, ITAP menawarkan kenyamanan lebih baik sekaligus memberikan sensasi yang lebih alami saat digunakan.

Apa Itu ITAP Teknologi Kaki Palsu?

ITAP merupakan singkatan dari Intraosseous Transcutaneous Amputation Prosthesis. Teknologi ini memungkinkan kaki palsu dipasang langsung pada kerangka tubuh melalui implan yang tertanam di dalam tulang.

Dengan metode tersebut, pengguna tidak lagi bergantung pada socket plastik yang sering menimbulkan berbagai masalah saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Keunggulan ITAP Dibandingkan Kaki Palsu Konvensional

Kaki palsu tradisional menggunakan socket yang membungkus sisa anggota tubuh. Meski sudah digunakan selama bertahun-tahun, metode ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman.

Beberapa masalah yang umum dialami pengguna antara lain:

  • Kulit mudah lecet akibat gesekan.
  • Timbul rasa nyeri setelah digunakan dalam waktu lama.
  • Cara berjalan menjadi kurang alami sehingga berpotensi menyebabkan sakit punggung.

Sementara itu, ITAP teknologi kaki palsu hadir dengan sejumlah keunggulan.

Memberikan Sensasi Taktil

Salah satu kelebihan utama ITAP adalah kemampuan menghadirkan fenomena yang disebut osseopersepsi. Melalui getaran yang diteruskan ke tulang, pengguna dapat merasakan karakter permukaan yang diinjak, seperti jalan beraspal atau permukaan yang kasar.

Sensasi ini membuat pengalaman berjalan terasa lebih alami dibandingkan prostetik biasa.

Meningkatkan Kenyamanan

Karena tidak lagi menggunakan socket plastik, gesekan pada kulit dapat dikurangi secara signifikan. Akibatnya, pengguna dapat bergerak dengan lebih nyaman dalam berbagai aktivitas.

Terinspirasi dari Struktur Tanduk Rusa

Salah satu tantangan terbesar pada implan yang menembus kulit adalah risiko infeksi.

Untuk mengatasinya, tim peneliti mengambil inspirasi dari struktur tanduk rusa. Pada bagian logam yang bersentuhan dengan kulit, dibuat permukaan berpori sehingga jaringan lunak manusia dapat tumbuh masuk ke dalamnya.

Jaringan tersebut kemudian membentuk segel alami yang rapat. Dengan begitu, kotoran dan bakteri lebih sulit masuk ke dalam tubuh sehingga risiko infeksi dapat dikurangi.

Masih Menghadapi Tantangan Regulasi

Walaupun hasil uji klinis terhadap 20 pasien di Inggris menunjukkan hasil yang positif, ITAP teknologi kaki palsu masih menghadapi tantangan besar dalam proses regulasi.

Di Amerika Serikat, prosedur Direct Skeletal Attachment masih diawasi secara ketat oleh FDA. Hingga saat ini, teknologi tersebut belum memperoleh izin penggunaan secara luas karena masih diperlukan evaluasi terkait keamanan jangka panjang.

Meski demikian, banyak pihak berharap teknologi ini segera tersedia bagi lebih banyak pasien. Salah satu kelompok yang dinilai akan memperoleh manfaat besar adalah para veteran perang yang membutuhkan prostetik dengan kenyamanan dan mobilitas yang lebih baik.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518