Johannes Floors atlet paralimpik asal Jerman adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dengan kisah perjuangannya. Ia membuktikan bahwa semangat, keteguhan hati, dan keberanian bisa mengubah keterbatasan menjadi kekuatan luar biasa. Keputusan paling sulit dalam hidupnya justru menjadi titik balik menuju kesuksesan.
Pada usia 16 tahun, Johannes mengalami kelainan genetik pada tulang fibula yang membuat hidupnya dipenuhi rasa sakit. Ia harus memilih antara hidup di kursi roda atau amputasi dan menggunakan prostesis. Pilihannya untuk melakukan amputasi bukanlah hal mudah. Namun, Johannes menyebutnya sebagai keputusan terbaik dalam hidupnya.
Floors kehilangan kedua kakinya, tetapi tidak kehilangan harapannya. Ia kemudian bangkit dan mulai berlatih atletik dengan kaki prostetik. Kini, Johannes Floors dikenal sebagai salah satu sprinter paralimpik tercepat di dunia, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.
Pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020, Johannes meraih medali emas dalam nomor lari 400 meter T62. Prestasinya tidak hanya membanggakan Jerman, tetapi juga menjadi motivasi bagi ribuan penyandang disabilitas di seluruh dunia.
Menurut International Paralympic Committee (IPC), kisah seperti Johannes Floors menjadi simbol perjuangan dan harapan dalam dunia olahraga inklusif.
===
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan/Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP) Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013. Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena
- Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan
- Lolos Uji Kompetensi
- Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR
- Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional





