John McFall, Astronot Disabilitas Pertama Hadapi Tantangan Prostetik di ISS

John McFall astronot disabilitas menjadi sorotan dunia setelah dipilih oleh Badan Antariksa Eropa (ESA). Mantan atlet Paralimpiade asal Inggris itu berpeluang mencetak sejarah sebagai astronot penyandang disabilitas pertama yang menjalankan misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Namun, sebelum misi tersebut dapat terlaksana, ada satu tantangan penting yang harus diselesaikan. Tantangan itu bukan berasal dari kemampuan fisiknya, melainkan dari keamanan material kaki prostetik yang digunakannya.

Mengapa Kaki Prostetik John McFall Harus Diuji?

Banyak orang mengira tantangan utama berada pada penggunaan prostetik di lingkungan tanpa gravitasi. Kenyataannya, perhatian terbesar justru tertuju pada bahan penyusun kaki prostetik tersebut.

Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, John McFall menjelaskan bahwa soket prostetiknya dibuat dari serat karbon dengan lapisan busa berdensitas tinggi di bagian dalam. Material tersebut berpotensi mengalami off-gassing, yaitu proses pelepasan gas dari resin dan polimer ke udara.

Di Bumi, pelepasan gas ini biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, kondisi di ISS sangat berbeda karena seluruh udara di dalam stasiun didaur ulang secara terus-menerus.

Risiko Off-Gassing di Lingkungan ISS

ESA harus memastikan bahwa kaki prostetik McFall benar-benar aman sebelum digunakan di luar angkasa. Ada beberapa alasan mengapa proses pengujian ini sangat penting.

  • Udara di ISS berada dalam sistem sirkulasi tertutup.
  • Gas yang dilepaskan material prostetik dapat terakumulasi seiring waktu.
  • Sistem penyaringan udara mungkin tidak dirancang untuk menghilangkan seluruh jenis senyawa kimia dari polimer.
  • Semua perlengkapan astronot wajib memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan NASA.

McFall menjelaskan bahwa material prostetik akan tetap melepaskan gas dalam jumlah tertentu. Di lingkungan tertutup seperti ISS, gas tersebut dapat terus bertambah apabila tidak dikendalikan dengan baik.

ESA Melakukan Studi Kelayakan

Sejak dipilih sebagai astronot pada November 2022, John McFall mengikuti pelatihan khusus sekaligus menjalani studi kelayakan bersama ESA.

Program tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah penyandang disabilitas yang menggunakan prostesis dapat bekerja dengan aman dan efektif di luar angkasa. Selain itu, penelitian juga mengevaluasi apakah perlengkapan yang digunakan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan bagi awak ISS.

Karena itu, ESA melakukan berbagai pengujian terhadap material prostetik dan mencari solusi terbaik agar tidak menimbulkan risiko bagi kru lainnya.

Perjalanan Inspiratif John McFall

John McFall kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan sepeda motor ketika berusia 19 tahun. Meski begitu, ia tidak menyerah.

Ia kemudian meniti karier sebagai atlet Paralimpiade dan berhasil meraih medali perunggu pada Paralimpiade Beijing 2008. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk mencapai impian besar.

Kini, McFall memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam eksplorasi luar angkasa.

Membuka Era Baru Astronot Disabilitas

Apabila seluruh pengujian berjalan sukses, John McFall astronot disabilitas akan menjadi penyandang disabilitas pertama yang menjalankan misi resmi ke ISS dari badan antariksa Barat.

Pencapaian ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah bagi ESA, tetapi juga menunjukkan bahwa dunia antariksa semakin terbuka terhadap keberagaman dan inklusivitas. Keberhasilan McFall dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam eksplorasi luar angkasa.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518