Kaki Palsu Liam Brenes Dicuri di Pantai, Ayah Memohon agar Dikembalikan

Liburan keluarga di Pantai Crystal Cove, California, berubah menjadi pengalaman yang menyedihkan bagi keluarga Brenes. Saat menikmati waktu bersama di tepi pantai, kaki palsu Liam Brenes, bocah berusia 4 tahun, ikut dicuri bersama barang-barang pribadi lainnya.

Peristiwa tersebut membuat keluarga berharap pelaku memiliki hati nurani dan bersedia mengembalikan alat bantu yang sangat penting bagi kehidupan Liam.

Kaki Palsu Liam Brenes Hilang Saat Bermain di Pantai

Kejadian ini terjadi ketika Liam Brenes dan ayahnya, Frank Brenes, sedang bermain di kolam pasang di Crystal Cove State Beach. Sementara mereka menikmati waktu bersama, seseorang mengambil tas yang ditinggalkan di atas pasir.

Di dalam tas tersebut terdapat beberapa barang berharga, seperti ponsel, kamera, dan tabir surya. Namun, yang paling membuat keluarga terpukul adalah hilangnya kaki palsu Liam Brenes yang memiliki desain bertema Star Wars.

Ibunda Liam, Amanda McFarland, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.

“Rasanya seperti seseorang telah mengambil bagian dari tubuh anak Anda. Dan memang itulah yang mereka lakukan.”

Liam Tetap Ceria Meski Kehilangan Kaki Palsunya

Liam lahir dengan kondisi langka yang menyebabkan tulang betis (fibula) pada kaki kanannya tidak berkembang. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani amputasi di atas pergelangan kaki saat masih berusia satu tahun.

Meski demikian, Liam dikenal sebagai anak yang aktif. Ia senang bermain sepak bola, bergulat bersama saudara kembarnya, hingga menonton film favoritnya.

Bahkan setelah kehilangan kaki palsunya, Liam masih mampu menunjukkan semangatnya. Saat diwawancarai, ia dengan ceria mengucapkan kalimat ikonik dari film Ghostbusters.

Namun di balik semangat tersebut, Liam kini harus menggunakan alat bantu jalan atau kaki palsu lamanya yang sudah tidak lagi sesuai ukuran. Akibatnya, ia merasakan nyeri jika alat tersebut digunakan terlalu lama.

Sang Ayah Hanya Meminta Satu Hal

Frank Brenes tidak meminta hukuman bagi pelaku. Sebaliknya, ia hanya berharap kaki palsu Liam Brenes dapat dikembalikan.

Ia menyampaikan bahwa siapa pun yang mengambil tas tersebut dapat mengembalikannya tanpa perlu takut diproses secara hukum ataupun dimintai pertanggungjawaban.

Bagi keluarga, kembalinya kaki palsu jauh lebih penting dibandingkan barang-barang lain yang ikut hilang.

Proses Penggantian Membutuhkan Waktu

Mengganti kaki palsu bukanlah proses yang mudah. Keluarga harus menjalani beberapa tahap, termasuk pengepasan atau fitting di Shriners Children’s Hospital di Los Angeles.

Seluruh proses tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan sebelum Liam dapat kembali menggunakan kaki palsu baru.

Selama masa itu, aktivitas sehari-harinya ikut terganggu. Liam belum bisa mengikuti kelas karate maupun berlari bebas bersama teman-temannya seperti biasanya.

Dukungan Mengalir dari Komunitas

Peristiwa ini mengundang simpati masyarakat di Orange County.

Seorang teman keluarga membuka halaman GoFundMe untuk membantu biaya transportasi serta mengganti penghasilan orang tua Liam yang harus mendampingi proses pembuatan kaki palsu baru.

Selain itu, petugas polisi Robert Nelson dari Asosiasi Petugas Polisi Tustin juga menghubungi keluarga dan menawarkan bantuan. Ia mengatakan bahwa kisah Liam sangat menyentuh hati banyak orang.

Harapan Sederhana dari Seorang Anak

Di tengah situasi yang sulit, Liam tetap menunjukkan kepolosannya.

Saat mengetahui bahwa dirinya mungkin harus menunggu kaki palsu baru, ia berkata kepada sang ayah bahwa semuanya tidak masalah. Bahkan, Liam berencana memasukkan “kaki baru” ke dalam daftar hadiah Natalnya.

Ucapan sederhana tersebut menyentuh banyak orang dan menjadi pengingat bahwa harapan dapat tetap hidup, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Kesimpulan

Kasus kaki palsu Liam Brenes bukan hanya tentang pencurian sebuah barang, tetapi juga tentang hilangnya alat yang memungkinkan seorang anak untuk berjalan, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan nyaman.

Kini keluarga Brenes berharap pelaku bersedia mengembalikan kaki palsu tersebut. Di sisi lain, dukungan masyarakat terus mengalir agar Liam dapat segera memperoleh alat bantu baru dan kembali menjalani aktivitas seperti anak-anak seusianya.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518