Teknologi prostetik terus berkembang dan memberikan lebih banyak pilihan bagi penyandang amputasi. Perkembangan ini juga membawa perubahan besar dalam dunia olahraga.
Kini, kaki palsu untuk olahraga dirancang sesuai dengan aktivitas yang ingin dilakukan. Mulai dari berlari, berenang, hingga panjat tebing, tersedia prostesis dengan desain dan fungsi yang berbeda.
Teknologi tersebut membuat berbagai aktivitas olahraga menjadi lebih mudah dilakukan. Namun, pemilihan prostesis tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Kaki Palsu Lari untuk Pelari Amputasi
Salah satu jenis kaki palsu untuk olahraga yang paling dikenal adalah kaki palsu lari atau running blade.
Teknologi ini semakin dikenal setelah digunakan oleh atlet Paralimpiade Oscar Pistorius. Desain running blade memiliki bentuk seperti bilah yang umumnya dibuat menggunakan material serat karbon.
Bilah tersebut terhubung dengan soket dan komponen prostetik lainnya. Bentuknya dirancang untuk membantu pengguna menghasilkan gerakan yang lebih dinamis saat berlari.
Saat kaki menyentuh permukaan, material yang fleksibel dapat menyimpan dan melepaskan energi. Mekanisme tersebut membantu menghasilkan dorongan ketika pengguna melakukan gerakan berlari.
Saat ini, tersedia berbagai model running blade dari sejumlah produsen. Setiap model memiliki karakteristik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Kaki Palsu untuk Olahraga Air
Selain berlari, berenang menjadi salah satu olahraga yang banyak dilakukan oleh penyandang amputasi.
Prostesis untuk olahraga air dirancang dengan mempertimbangkan kondisi saat digunakan di dalam air. Jenis prostesis yang dibutuhkan dapat berbeda, tergantung pada jenis amputasi dan aktivitas yang dilakukan.
Salah satu contohnya adalah Aqualeg. Prostesis ini dirancang agar dapat memiliki daya apung yang lebih netral ketika digunakan di dalam air.
Menurut informasi dari SwimProsthesis.com, desain Aqualeg memungkinkan air masuk ke bagian penutup prostesis. Hal ini membantu mengurangi kecenderungan prostesis untuk mengapung.
Desain tersebut membuat prostesis dapat digunakan untuk berbagai aktivitas air. Pengguna juga dapat memilih jenis prostesis berdasarkan olahraga yang ingin dilakukan.
Selain Aqualeg, terdapat pilihan lain seperti prostesis yang dapat dipasangi sirip. Beberapa teknologi prostetik juga dirancang agar lebih tahan terhadap air.
Karena kebutuhan setiap pengguna berbeda, penting untuk menentukan jenis prostesis bersama ahli prostetik. Pertimbangkan olahraga air yang ingin dilakukan sebelum memilih kaki palsu.
Kaki Palsu untuk Panjat Tebing
Jenis kaki palsu untuk olahraga lainnya yang cukup unik adalah prostesis untuk panjat tebing.
Salah satu desain yang menarik perhatian adalah kaki palsu bernama Klippa. Prostesis ini terinspirasi dari bentuk kaki kambing gunung yang dikenal mampu bergerak di permukaan berbatu.
Klippa memiliki ukuran yang relatif kecil dengan ujung berbentuk runcing. Bagian tumitnya juga dibuat bertekstur untuk membantu memberikan stabilitas.
Bagian bawah prostesis memiliki struktur yang menyerupai kaki kambing. Desain tersebut terdiri dari dua bagian yang dapat bergerak dan memberikan dukungan ketika digunakan untuk memanjat.
Material karet yang kuat juga digunakan untuk memberikan daya tahan. Dengan desain tersebut, prostesis Klippa dibuat khusus untuk membantu aktivitas panjat tebing.
Memilih Kaki Palsu Sesuai Kebutuhan
Perkembangan teknologi membuat pilihan kaki palsu untuk olahraga semakin beragam. Setiap jenis prostesis memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
Pelari amputasi dapat mempertimbangkan running blade. Sementara itu, pengguna yang menyukai olahraga air dapat memilih prostesis yang dirancang untuk berenang.
Bagi penggemar panjat tebing, prostesis khusus seperti Klippa dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Namun, tidak ada satu jenis prostesis yang cocok untuk semua orang. Kondisi tubuh, jenis amputasi, tingkat aktivitas, dan jenis olahraga perlu menjadi pertimbangan.
Karena itu, konsultasikan kebutuhan dengan ahli prostetik sebelum memilih prostesis. Dengan pemilihan yang tepat, pengguna dapat menemukan perangkat yang lebih sesuai untuk mendukung aktivitas olahraga.
Teknologi prostetik terus berkembang dan membuka semakin banyak kesempatan bagi penyandang amputasi untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai.
=====
Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.
Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional
Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017
Konsultasi gratis : 081327721518
