Kaki Palsu untuk Viko, Kisah Kepedulian Maria Heince

Maria Laurensia Heince merupakan sosok yang menunjukkan bahwa membantu sesama tidak selalu harus dilakukan dengan uang. Kepeduliannya terhadap seorang anak bernama Viko menjadi salah satu kisah inspiratif tentang perjuangan mendapatkan kaki palsu.

Maria yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, dikenal memiliki perhatian besar terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Salah satu aksi kepeduliannya adalah membantu Viko, seorang anak berusia 3,5 tahun yang mengalami kecelakaan.

Viko Kehilangan Pergelangan Tangan

Viko mengalami kecelakaan setelah tertabrak kereta api. Akibat kejadian tersebut, ia kehilangan pergelangan tangan kanan dan mengalami patah kaki.

Saat mendapat kabar mengenai kondisi Viko, Maria langsung mendatanginya di rumah sakit. Ketika itu, Viko masih dalam kondisi tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah.

Beruntung, Viko berhasil bertahan dan mendapat bantuan dari berbagai pihak.

Maria Heince Membantu Viko

Maria percaya bahwa membantu orang lain tidak harus selalu dalam bentuk uang.

Menurutnya, seseorang juga dapat memberikan waktu, tenaga, atau kemampuan yang dimiliki. Bantuan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan pengajaran gratis atau membantu kegiatan di panti asuhan.

Prinsip tersebut membuat Maria terus berusaha membantu Viko mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Mencari Kaki Palsu untuk Viko

Setelah melihat kondisi Viko, Maria berusaha mencari kaki palsu untuk Viko. Ia kemudian membagikan cerita dan foto Viko melalui media sosial dengan harapan ada pihak yang dapat membantu.

Pada awalnya, tidak semua orang percaya dengan niat Maria. Bahkan, beberapa orang mempertanyakan hubungannya dengan Viko.

Namun, Maria tetap melanjutkan usahanya. Dukungan dari keluarganya juga membuatnya semakin yakin untuk membantu Viko.

Mendapat Keringanan Biaya

Harapan Maria mulai menemukan titik terang setelah mendapat informasi mengenai tempat pembuatan kaki palsu di Lembang, Jawa Barat.

Maria kemudian menghubungi pembuat kaki palsu tersebut dan meminta keringanan biaya.

Pemilik tempat tersebut, Pak Suko, bersedia memberikan potongan biaya sebesar 50 persen dengan syarat keluarga Viko melengkapi Surat Keterangan Tidak Mampu dari RT, RW, dan kelurahan.

Kesempatan tersebut membuat Maria semakin bersemangat untuk membantu Viko.

Viko Mulai Belajar Berjalan

Setelah melalui proses pembuatan selama sekitar dua bulan, kaki palsu untuk Viko akhirnya selesai.

Viko kemudian mulai berdiri menggunakan kedua kakinya. Ia masih harus menjalani proses belajar dan beradaptasi agar terbiasa berjalan menggunakan prostesis tersebut.

Tidak hanya mendapatkan kaki palsu, Viko juga memperoleh bonus berupa pergelangan tangan dari Pak Suko.

Bantuan tersebut menjadi kabar baik bagi Viko dan keluarganya.

Pelajaran dari Kisah Viko

Pengalaman membantu Viko memberikan pelajaran berharga bagi Maria. Ia semakin memahami pentingnya bersyukur dan membantu orang lain selama masih memiliki kesempatan.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa kepedulian dapat datang dari berbagai pihak. Dukungan keluarga, bantuan pembuat prostesis, dan perhatian masyarakat dapat memberikan harapan baru bagi seseorang yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Perjalanan Viko Masih Panjang

Setelah mendapatkan kaki palsu, perjalanan Viko belum selesai. Ia masih perlu belajar berjalan dan menyesuaikan diri dengan kondisi barunya.

Sebagai anak yang menjadi difabel akibat kecelakaan, Viko akan menghadapi berbagai tantangan dalam proses tumbuh kembangnya.

Namun, dukungan dari orang-orang di sekitarnya dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.

=====

Amanahkan kebutuhan Kaki Palsu / Kaki Tiruan / Prostesis Bapak Ibu pada Profesional Ortotis Prostetis yang Memiliki Surat Ijin Praktik (SIPOP) maupun Surat Ijin Kerja (SIKOP).
Sesuai dengan PERMENKES NO 22 TAHUN 2013.

Dengan memiliki SIPOP atau SIKOP, berarti Profesional tersebut benar benar berkompeten dan berwenang karena :
1. Telah menempuh pendidikan formal Ortotik Prostetik D3 maupun Sarjana Terapan.
2. Lolos Uji Kompetensi.
3. Terdaftar secara resmi sebagai Tenaga Kesehatan Republik Indonesia dibuktikan dengan kepemilikan STR.
4. Memiliki tempat praktik maupun tempat kerja untuk melayani Bapak Ibu secara Profesional

Kami siap melayani secara Profesional.
SIPOP : 010/SIPOP/33.11/XI/2017

Konsultasi gratis : 081327721518